Friday, July 3, 2026
Kesehatan MentalKonseling PsikologiKonsultasi PsikologiPsikiaterPsikolog

Gadis Tewas Bunuh Diri Dikebun, Sempat Dikira Korban Begal-Diperkosa

Informasi mengenai gadis yang tewas karena bunuh diri ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi anda yang mengalami masalah kesehatan mental segera konsultasikan persoalan anda dengan Psikolog atau Psikiater.

Gadis Tewas Bunuh Diri Dikebun, Sempat Dikira Korban Begal-Diperkosa

Melansir dari Detik telah terjadi penemuan mayat perempuan tergeletak di kebun karet di daerah Rokan Hilir, Riau mengejutkan masyarakat. Sebab wanita itu ditemukan membusuk dan sempat dikira korban begal.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto mengatakan mayat ditemukan pada Senin (20/6) sekitar pukul 16.30 WIB. Penemuan itu bikin heboh karena diduga dibegal atau diperkosa.

“Penemuan ini membuat heboh. Ternyata kematiannya bukan karena begal ataupun pemerkosaan, melainkan karena gantung diri,” ujar Nurhadi Selasa (21/6/2022).

Kronologi Penemuan Gadis yang Tewas Bunuh Diri Tersebut

Nurhadi mengatakan mayat pertama kali ditemukan warga bernama Andi. Saat itu Andi hendak mencari kayu bakar di kebun karet yang sudah tak produktif milik warga.

Sekitar 50 meter setelah masuk dari jalan umum, Andi melihat ada mayat tergeletak di bawah pohon karet. Bahkan di sebelah mayat terdapat sepeda motor yang dalam keadaan tumbang.

“Melihat mayat tersebut, kemudian saksi keluar dari kebun dan akhirnya dilaporkan kepada penghulu atau Kepala Desa Sintong Pusaka, Zulfahmi dan dilaporkan ke polisi,” katanya.

Dari laporan warga, tim Sat Reskrim Polres Rokan Hilir langsung melakukan cek dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil olah TKP diduga kuat korban bunuh diri di kebun tersebu.

“Hasil pemeriksaan otopsi mayat berjenis kelamin perempuan, panjang badan 158 cm, berusia sekira 20 tahun,” kata Nurhadi.

Penyebab Kematian Gadis Tersebut Karena Bunuh Diri

Kuatnya dugaan bunuh diri karena tak ada barang-barang milik korban yang hilang di lokasi. Bahkan korban sempat mengirim pesan kepada keluarga ingin mengakhiri hidupnya karena sudah tidak ada lagi yang perduli.

“Sebab meninggalnya berdasarkan pola dan gambaran luka sesuai dengan kasus bunuh diri. Termasuk ada korban SMS ke keluarga angkatnya untuk berpamitan. Korban putus asa karena tidak ada yang perduli dengan dirinya,” imbuh Kasatreskrim Polres Rohil, AKP Eru Alsepa.

Eru menyebut kedua orang tua korban telah bercerai. Bahkan kedua orang tuanya tinggal dengan pasangan masing-masing, sedangkan korban tinggal dengan keluarga angkat.

“Korban merasa sudah tidak dipedulikan. Dia pamit sama nenek angkat untuk pergi sebelum akhirnya ditemukan meninggal oleh warga. Memang dia tinggal saat ini sama keluarga angkat saja dan belum berkeluarga,” katanya.

Catatan Wahana Bahagia Terkait Berita Gadis Tewas Bunuh Diri yang Terjadi di Sumatera Utara Kabupaten Rokan Hilir

Dilansir dari sumber lain yaitu Siberone Juliandi menjelaskan, bahwa mayat gadis tewas bunuh diri itu bernama Nur Elisa alias Lisa berusia sekitar 20 tahun, yang berdomisili di Jalan Putri Hijau, KM. 3, Kepenghuluan Sintong Bakti, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil.

Melihat fakta bahwa korban sempat mengirimkan SMS ke keluarga angkatnya untuk berpamitan dapat disimpulkan bahwwa korban mengalami masalah dengan Manajemen Stres sampai menyebabkan gangguan kesehatan mental.

Tidak Selalu Terjadi pada Seorang Gadis, Keinginan untuk Bunuh Diri Bisa Hinggap pada Siapa Saja, Lalu Apa Penyebab Seseorang ingin Bunuh Diri?

Keinginan mengakhiri hidup dapat didasari oleh beberapa faktor berikut:

1. Depresi

Depresi adalah salah satu mental illness atau penyakit mental, namun gejalanya agak sulit dikenali atau disadari. Seringnya seseorang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya, namun ia tidak tahu cara keluar dari masalah.

Begitu juga, ketika seseorang murung dan selalu menutup diri, kadang orang-orang berasumsi dan mengira itu adalah karakter seseorang yang pemalas atau bahkan tidak pandai bergaul.

Depresi juga sering membuat seseorang punya pikiran bahwa tidak ada orang yang sayang padanya lagi, membuat seseorang menyesali hidupnya, atau bahkan berpikir bila ia mati tidak ada yang rugi.

2. Adanya sikap impulsif

Impulsif artinya melakukan sesuatu berdasarkan dorongan hati (impulse). Impulsif memang tidak sepenuhnya buruk, selalu ada sisi baiknya. Orang-orang yang impulsif dapat melakukan sesuatu secara spontan.

Akan tetapi orang yang impulsif biasanya menjadi ceroboh dan cenderung nekat. Sayangnya, perilaku impulsif ini bisa bahaya bila dibarengi dengan munculnya pikiran negatif, berisiko menyebabkan ia berpikir cepat untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

3. Masalah sosial

Ada beberapa orang yang berniat tidak ingin bunuh diri. Sayangnya, karena orang tersebut tidak bisa bertahan dan keluar dari masalah sosial yang dihadapi , akhirnya ia memilih bunuh diri.

Masalah sosial seperti dikucilkan, Cyberbullying, atau bahkan dikhianati bisa menjadi pemicu orang berpikir mengakhiri hidupnya. Beberapa orang berpikir dengan mencelakai dirinya sendiri, ini dapat menyadarkan orang-orang yang menyakitinya.

4. Filosofi tentang kematian

Beberapa orang memiliki filosofi berbeda tentang kematian. Bahkan muncul istilah “orang yang bunuh diri, bukan ingin mengakhiri hidupnya, tetapi ingin mengakhiri rasa sakit yang dirasakan.” Rasa sakit di sini bisa mengacu pada rasa sakit yang disebabkan oleh penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Orang-orang seperti ini tidak dalam keadaan depresi. Mereka melihat tidak adanya peluang untuk hidup, sehingga memilih takdirnya sendiri dengan mempercepat untuk mengakhiri rasa sakit tersebut.

5. Sakit mental lainnya

Studi Psychological Autopsy menemukan bahwa dalam kasus bunuh diri ditemukan adanya satu atau lebih diagnosis sakit mental pada 90% orang yang bunuh diri. Juga ditemukan satu dari dua puluh orang yang menderita skizofrenia mengakhiri hidupnya. Kasus bunuh diri juga ditemukan pada kelainan kepribadian seperti antisosial, borderline, dan narcissistic personality disorder.

Faktor lainnya yang harus diwaspadai, seperti:

Pengalaman buruk yang memicu trauma

Trauma yang terjadi pada masa kecil dapat terbentuk di dalam Alam Bawah Sadar seseorang. Pada akhirnya, akan terasa adanya kesulitan untuk keluar dari trauma tersebut. Trauma tersebut akan menghambat seseorang, bahkan jika seseorang tidak sanggup memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri atas hal buruk yang terjadi padanya. Dampak fatalnya, ia berisiko bunuh diri.

Faktor keturunan

Riwayat keturunan genetik juga bisa menyebabkan seseorang melakukan bunuh diri. Jika ada keluarga anda yang memiliki riwayat bunuh diri, anda perlu melatih adanya pikiran positif ketika memiliki masalah berat atau dalam keadaan apa pun, tetaplah berpikir positif.

Tanda seseorang yang ingin bunuh diri

Anda bisa mengamatit tanda seseorang ingin bunuh diri jika ada perubahan perilaku yang terjadi pada keluarga atau kerabat anda. Bisa jadi, orang tersebut tidak mampu menghadapi permasalahannya dan sedang membutuhkan pertolongan.

Ada beberapa tanda seseorang ingin bunuh diri, seperti:

  • Selalu berbicara putus asa atau menyerah
  • Selalu membicarakan tentang kematian
  • Melakukan tindakan yang mengantar pada kematian, seperti menyetir ugal-ugalan, melakukan olahraga ekstrem tanpa berhati-hati, atau mengonsumsi dosis obat berlebihan
  • Kehilangan minat pada hal yang ia sukai
  • Berbicara atau mem-posting sesuatu dengan kata-kata galau masalah hidup, seperti tidak ada harapan dan merasa tidak berharga
  • Mengatakan sesuatu yang menyalahkan dirinya seperti “ini semua tidak akan terjadi jika aku tidak ada di sini” atau anggapan “mereka akan lebih baik tanpa diriku”
  • Perubahan suasana hati yang drastis, dari sedih bisa tiba-tiba merasa bahagia
  • Berbicara tentang kematian dan bunuh diri
  • Mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, padahal ia tak ada rencana pergi ke mana-mana
  • Depresi berat yang membuatnya memiliki gangguan tidur

Bagaimana cara menanganinya?

Setiap masalah pasti ada solusinya, Seberat apa pun itu, permasalahan juga pasti akan berakhir. Yang perlu Anda lakukan jika Anda atau kerabat Anda mengalami tanda-tanda ingin diri adalah mencari bantuan profesional, kunjungi terapis.

Berkumpul dengan orang-orang yang positif dan suportif. Selalu ingat, bahwa hidup memang sementara, permasalahan Anda pun hanya sementara tanpa harus mengakhiri hidup Anda. Setiap orang di muka bumi ini berharga dan bisa memiliki peran yang baik, dan yang terpenting jangan pernah menyerah.

Jika teman atau saudara Anda mengalami masalah dan putus asa, Anda harus menjadi pendengar yang baik. Coba bujuk untuk pergi ke terapis, tetapi jangan beradu argumen tentang kematian atau bunuh diri. Orang yang sedang memiliki masalah berat, cenderung tidak dapat berpikir rasional. Terus berikan semangat.

Saat orang mengalami depresi, umumnya obat yang dipakai dalam pengobatan adalah obat Antidepresan. Anda harus berkonsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakannya.

Atau bisa menghubungi profesional seperti Psikolog atau Psikiater untuk melakukan konseling atau konsultasi psikologi dengan klinik yang menyediakan jasa Konseling Anak, Konseling Remaja maupun Konseling Dewasa.

Selain itu bagi yang di daerah tempat tinggal nya tidak ada layanan tersebut dapat melakukan Konseling via Telepon jika profesional tersebut menyediakan layanan konseling secara online.

Ringkasan
Gadis Tewas Bunuh Diri Dikebun, Sempat Dikira Korban Begal-Diperkosa
Nama Artikel
Gadis Tewas Bunuh Diri Dikebun, Sempat Dikira Korban Begal-Diperkosa
Deskripsi
Keinginan untuk bunuh diri tidak selalu terjadi pada seorang gadis, keinginan tersebut bisa datang pada siapa saja, penyebab yang menjadi pemicunya bisa terjadi karena berbagai macam faktor yang umumnya adalah depresi.
Penulis
Penerbit
Wahana Bahagia
Logo Penerbit
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!