Saturday, August 1, 2026
HormonKonseling PsikologiKonsultasi PsikologiPsikiaterPsikolog

Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh

Mengetahui pasangan berselingkuh adalah pengalaman yang bisa menyiksa secara emosional. Perasaan anda bisa begitu hancur dan dapat memicu trauma dalam hubungan pernikahan. Salah satu respons yang cukup umum terjadi saat mengetahui pasangan selingkuh adalah perasaan cemas berlebihan. Lalu Bagaimana cara mengatasi gangguan kecemasan akibat pasangan selingkuh?

Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh

Menjalani hubungan asmara bukan perkara mudah, apalagi jika hubungan tersebut sudah diikat oleh janji suci pernikahan. Butuh banyak pengorbanan untuk tetap memiliki hubungan yang harmonis. Paling sering, keretakan rumah tangga terjadi karena salah satu pasangan tidak setia, atau berselingkuh. Apa pun jalan keluarnya, baik itu memutuskan bercerai atau kembali rujuk tetap saja memberikan efek samping kepada pihak yang diselingkuhi.

Hampir semua orang setuju bahwa perselingkuhan adalah peristiwa paling traumatis dalam suatu hubungan. Rasa insecure muncul sebagai reaksi dari takut kehilangan pasangan atau takut hal buruk kembali terjadi. Ketakutan ini adalah akar penyebab kegelisahan dan mengakibatkan berbagai jenis tindakan, sebab pasangan yang terluka berusaha untuk memastikan hubungan tersebut aman.

Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh

Gangguan kecemasan dan takut setelah mengetahui perselingkuhan suami tidak hanya menghilangkan kepercayaan terhadap pasangan, tetapi bisa juga menimbulkan rasa tidak nyaman secara emosional dan fisik. Saat mengalami perasaan ini, mungkin anda akan menunjukkan gejala-gejala seperti sesak napas, perasaan gelisah, mual dan pusing, panik, hingga Gangguan Tidur.

Kecemasan emosional yang terjadi ini umumnya dipicu oleh stres dari kondisi lingkungan sekitar dan perubahan di dalam otak. Hal ini terjadi ketika anda berada di bawah tekanan emosional yang ekstrem, seperti misalnya efek emosional dari perselingkungan pasangan.

Bila perasaan tersebut tidak segera ditangani, maka anda berisiko mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Gejala PTSD pasca-perselingkuhan ini mirip ketika seseorang mengalami peristiwa yang mengancam jiwa, seperti penyerangan seksual atau serangan fisik. Mengalami rasa cemas setelah mengetahui pasangan selingkuh bisa berefek samping pada emosional dan trauma.

Berkiut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi gangguan kecemasan yang di akibatkan karena pasangan selingkuh sebagaimana dilansir dari kumparan:

1. Beri Waktu untuk Diri Sendiri, Merupakan Pondasi atau Dasar dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh

Setelah mengetahui perselingkuhan pasangan, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menenangkan diri dulu sambil memutuskan nasib pernikahan. Sebab, perasaan emosi, amarah, dan kebencian mungkin akan mengganggu anda untuk berpikir jernih dalam memutuskan sesuatu. Apakah anda langsung ingin mengakhiri hubungan atau melakukan konseling dengan seorang profesional seperti Psikolog atau Psikiater untuk mempertahankan pernikahan, pilihan ini perlu dipikirkan matang-matang.

2. Dukungan Solid

Saat merasakan cemas dan sedih tentunya anda membutuhkan supporting system yang kuat untuk menemani waktu-waktu berat yang sedang dijalani. Sebaiknya, anda bercerita pada sahabat atau keluarga yang bisa dipercaya. Sebab, tetap terhubung dengan orang lain yang mau peduli dengan masalah anda bisa sangat membantu menenangkan anda dari perasaan cemas.

3. Waktu untuk Menyembuhkan Diri

Cara lainnya adalah memberikan waktu untuk diri sendiri dalam memproses kejadian buruk yang baru dialami, sambil mencoba mengevaluasi hubungan pernikahan beberapa waktu ke belakang. Bila memang pernikahan tidak lagi bisa diselamatkan, tak apa meluangkan waktu untuk berduka. Ya, kecemasan dan kesedihan setelah perselingkuhan pasangan kerap kali sulit diatasi, dan sering kali membutuhkan waktu untuk berproses hingga akhirnya sembuh dari luka masa lalu.

4. Punya Rutinitas Baru

Saat kehidupan pernikahan masih berjalan baik, mungkin anda memiliki kebiasaan atau rutinitas yang biasa dilakukan dengan pasangan, termasuk bersama anak-anak. Namun, setelah perselingkuhan terkuak dan anda jadi tidak menyukai rutinitas lama, maka cobalah untuk membuat yang baru. Buatlah rutinitas sehari-hari yang lebih nyaman dengan kondisi saat ini untuk membantu menjaga hidup anda lebih teratur setelah kejadian buruk yang dialami.

5. Melatih Kesabaran

Peristiwa traumatis bisa memakan waktu tidak sebentar untuk bisa melepaskan dan melupakannya. Bila kecemasan emosional yang dialami sudah membuat anda terganggu, kesal, dan bahkan membencinya, inilah saatnya anda untuk berlatih lebih sabar dan pelan-pelan untuk melupakannya. Jangan memaksakan diri bila memang sulit untuk melupakannya sekaligus.

6. Tidur, Makan, dan Bergerak yang Cukup

Agar tidak sampai berujung Depresi, penting untuk tetap melakukan tiga kegiatan dasar: tidur, makan dan berolahraga. Tidur bisa membantu tubuh anda mengisi tenaga setelah masalah perselingkungan yang memengaruhi pikiran dan tubuh anda. Penting juga untuk makan tiga kali sehari dan dengan makanan sehat untuk menjaga tubuh tetap kuat dalam menghadapi peristiwa ini. Dan terakhir adalah berolahraga yang dapat melepaskan hormon Endorfin, sehingga bisa meningkatkan suasana hati dan kesehatan mental, menenangkan pikiran, hingga mengurangi depresi.

7. Fokus pada Hal-hal Baik, Merupakan Bagian Atap dalam Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh

Jangan lupa untuk fokus pada hal-hal baik dan dapat menyembuhkan luka anda, Setelah mengetahui setelah ini hidup anda akan berubah, maka coba atasi kecemasan emosional yang dialami dengan kegiatan maupun orang-orang yang selalu mendukung dalam situasi apa pun. Pikirkan tentang hal-hal yang membuat anda dan anak-anak bahagia, karir tetap berjalan baik, dan bagaimana masa depan anda.

Catatan Wahana Bahagia Mengenai Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh

Definisi Selingkuh bagi setiap orang berbeda-beda. Namun, selingkuh sering dianggap sebagai perilaku yang menjurus ke arah seksual. Selingkuh juga erat kaitannya dengan pornografi, menggoda orang lain yang bukan pasangannya, atau adanya hubungan emosional dengan orang lain (dengan atau tanpa kontak seksual).

Melansir dari klikdokter survei yang dilakukan American Association for Marriage and Family Therapy, 15 persen wanita dan 25 persen pria yang telah menikah dilaporkan pernah selingkuh.

Tak hanya itu, perselingkuhan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan pelaku maupun pasangannya.

Penelitian lain juga pernah mengungkapkan, korban yang diselingkuhi tak hanya mengalami stres secara psikis. Orang tersebut cenderung melakukan perilaku, seperti penyalahgunaan alkohol, obat-obatan terlarang, dan melakukan seks yang berisiko.

Baca Juga:11 Tanda Pasangan Selingkuh Menurut Psikologi

Selain itu, orang yang diselingkuhi juga dapat mengalami gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau bahkan olahraga secara berlebihan. Berikut beberapa dampak kesehatan bagi pasangan yang selingkuh atau diselingkuhi:

1. Stres Emosional

Selingkuh dapat membawa dampak serius bagi kesehatan mental dan fisik seseorang. Misalnya saja, korban perselingkuhan dapat menyalahkan dirinya sendiri atau menjadi tidak percaya diri.

Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan stres hingga pada tahap sulit mengelola Manajemen Stres, gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan, hingga Post Traumatic Disorder Syndrome (PTSD). Dilansir dari Journal of Social and Personal Relationships, dibandingkan dengan pria, wanita cenderung mengalami stres yang lebih berat saat diselingkuhi.

2. Gangguan Jantung

Ketika tahu diselingkuhi, kita dapat mengalami stres emosional mendadak. Jangan diremehkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, aritmia (gangguan irama jantung), bahkan kematian mendadak.

Risiko ini sebenarnya sering terjadi kepada orang dengan riwayat penyakit jantung. Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka memiliki penyakit jantung sampai mengalami stres mendadak.

Sejumlah penelitian juga menemukan, pria yang selingkuh lebih berisiko mengalami serangan jantung. Selain itu, broken heart syndrome yang dipicu stres juga dapat menyebabkan kondisi kardiomiopati (lemah jantung).

Faktor risiko tersebut umum terjadi kepada wanita berusia lebih tua dan mengalami trauma emosional mendalam yang berkelanjutan.

3. Nyeri Kepala Kronis

Penelitian yang dilansir dari jurnal Annual Review of Psychology mengatakan hampir 50 persen responden yang stres dan sakit hati karena perselingkuhan dilaporkan sering  mengalami nyeri kepala kronis.

Stres kronis yang berlangsung lama dapat memicu Depresi atau meningkatkan angka risiko kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah.

4. Gangguan Tidur (Insomnia)

Menurut survei dari American Psychological Association tahun 2012, sebanyak 40 persen orang yang sakit hati dan merasa stres karena perselingkuhan cenderung mengalami gangguan tidur.

Gangguan tersebut bisa berupa susah tidur dan sulit merasa rileks pada malam hari. Akibatnya, tingkat konsentrasi seseorang di siang hari akan menurun, tidak fokus beraktivitas, serta badan jadi lelah dan kurang berenergi.

5. Penyakit Kronis

Stres yang dirasakan terus menerus akibat perselingkuhan dapat menyebabkan seseorang mengidap penyakit kronis. Misalnya saja, seperti mengalami tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes.

Masalah kesehatan ini berhubungan dengan efek domino yang menyerang gangguan psikis. Kondisi tersebut terjadi saat Perselingkuhan membuat seseorang memiliki gaya hidup tak sehat. Contohnya, pola makannya jadi terganggu atau waktu istirahat dan tingkat aktivitas fisik jadi tak ideal.

Tidak dimungkiri juga, perselingkuhan dapat membuat seseorang mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang. Efeknya, masalah kesehatan serius atau kronis bisa terjadi.

6. Infeksi Menular Seksual

Pada kasus “one-night stand” dalam keadaan mabuk dan tidak menggunakan alat pengaman, infeksi menular seksual bisa saja terjadi. Dampak perselingkuhan ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pasangan anda di rumah!

Ada sebuah studi yang membandingkan antara orang-orang dalam hubungan monogami (hanya punya satu pasangan) dengan mereka yang punya banyak pasangan seksual. Peneliti membandingkan untuk tahu siapa yang lebih berisiko terkena Infeksi Menular Seksual (IMS).

Hasilnya ditemukan, kedua kelompok tersebut memiliki risiko IMS yang sama. Sebab, perselingkuhan yang dilakukan oleh pelaku monogami sering kali tidak diketahui oleh pasangannya. Gejala IMS sering tidak disadari oleh masyarakat. Maka, kondisi ini cukup berbahaya jika tidak didiagnosis dan ditangani secara tepat.

Rasa sedih, marah, kecewa, atau merasa dikhianati, merupakan respons alami ketika anda tahu pasangan telah berselingkuh. Meski demikian, peristiwa selingkuh jangan sampai menimbulkan dampak serius bagi kesehatan fisik atau mental anda.

Cobalah untuk meluapkan emosi negatif yang anda rasakan. Caranya, konsultasi ke Psikolog atau Psikiater agar anda mampu mengendalikan stres yang dirasakan.

Bagaimana Jika Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan di atas Tidak Berjalan Efektif untuk Diri Anda?

Mari kita pahami untuk menggali bagaimana proses gangguan kecemasan bisa terjadi pada seseorang sebagaimana di lansir dari halodoc?

Kecemasan akibat pasangan selingkuh sangat umum terjadi karena hubungan emosional yang kuat terjadi ketika pasangan jatuh cinta. Seseorang tertarik pada pasangan mereka baik secara fisik maupun emosional dan ikatan yang kuat tercipta. Ikatan manusia sudah berkembang sejak awal waktu. Di masa primitif, ikatan antar manusia terbentuk untuk menjaga kelompok lebih aman dari predator. Kemudian, manusia menjadi terikat juga dengan satu individu yang istimewa.

Kadang-kadang, pasangan yang terluka itu tidak mengetahui mengapa kecemasan itu terus berlanjut. Pasangan yang terluka mungkin sedang berusaha untuk pulih dari perselingkuhan, namun mereka masih memiliki dorongan kuat untuk mencari tanda-tanda “bahaya” bagi hubungan tersebut. Maka dari itu, ketakutan berlebihan ini yang menyebabkan kecemasan berlebihan.

Penting untuk diketahui, kecemasan dari pihak yang terluka menghambat pemulihan akibat sering terjadinya pertengkaran, atau satu pasangan merasa terkendali dan terus-menerus ditanyai. Pasangan yang terluka kemudian mungkin merasa pasangannya defensif dan tidak tulus dan respons itu memicu ketakutan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Jika seperti ini, pasangan harus berjuang untuk mengatasi kecemasan yang terjadi. Sebab bagaimanapun, kecemasan itu tidak menyenangkan dan sering disalahpahami. Oleh karena itu, akan membantu untuk memahami lebih banyak tentang sifat kecemasan itu sendiri sehingga kamu dan pasangan dapat bekerja sama dalam mengatasi hal ini dan bukan saling bertengkar.

Sebenarnya, banyak sekali cara mengatasi gangguan kecemasan. Permasalahannya adalah ada yang bisa berjalan efektif dan ada juga yang tidak, tergantung kepada pribadi yang mengalaminya.

Langkah untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh

Reaksi kecemasan bervariasi dengan individu. Ada yang mengalami gejala ringan hingga yang sangat ekstrem. Dari mulai peningkatan detak jantung, pernapasan cepat, pikiran yang kacau hingga sulit fokus, sulit tidur, ketidaknyamanan lambung, nyeri dada, kelelahan, hingga perasaan gelisah. Bagi sebagian orang, kecemasan juga bisa menyebabkan serangan panik.

Ada beberapa cara perawatan diri untuk membantu mengatasi kecemasan, antara lain:

  • Makan sehat, hindari kelebihan gula, kafein dan alkohol, yang memicu kecemasan
  • Pelajari latihan pernapasan untuk membantu tubuh mendapatkan rasa aman (yang pada gilirannya, akan membantu otak belajar untuk rileks)
  • Olahraga bermanfaat bagi banyak orang untuk mengurangi kecemasan
  • Berusaha untuk mendapatkan tidur yang cukup, meskipun ini mungkin lebih sulit setelah perselingkuhan

Pada beberapa kasus, konseling dengan seorang profesional seperti Psikolog atau Psikiater merupakan komponen penting dalam mengatasi kecemasan akibat pasangan selingkuh. Apalagi jika kecemasan telah mengganggu kesehatan dan kegiatan sehari-hari.

Jika kecemasan semakin sulit dikendalikan, alangkah lebih baik untuk segera buat janji dengan seorang profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang sesuai seperti Hipnoterapi, Terapi Pasangan ataupun Terapi Emosi dimana sebelumnya melakukan konsultasi atau konseling psikologi. Anda bisa diskusikan masalah ini dengan psikolog, psikiater, ataupun konselor kesehatan mental lainnya.

Jika anda hendak melakukan konseling bersama dengan Wahana Bahagia dapat menghubungi nomor kontak yang tercantum di dalam website ini disini.

Tersedia layanan lainnya seperti Konseling Anak, Konseling Remaja maupun Konseling Dewasa dengan metode Konseling via Telepon dan Konseling Tatap Muka.

Ringkasan
Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh
Nama Artikel
Mengatasi Gangguan Kecemasan Akibat Pasangan Selingkuh
Deskripsi
Salah satu respons yang cukup umum terjadi saat mengetahui pasangan selingkuh adalah perasaan cemas berlebihan. Lalu Bagaimana cara mengatasi gangguan kecemasan akibat pasangan selingkuh?
Penulis
Penerbit
Wahana Bahagia
Logo Penerbit
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!