Konsultasi Psikologi

Konseling Psikologi Online

Seiring dengan berjalannya waktu dengan hadirnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mulai berkembang dan mengikuti perkembangan zaman. Salah satu indikasi dalam perkembangan ilmu pengetauan di era globalisasi ditandai dengan banyaknya pengetahuan dan teknologi baru yang bisa di manfaatkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal Konseling Psikologi Online.

Pengertian Konseling

Konseling merupakan suatu usaha yang dapat dilakukan untuk mencari jalan keluar permasalahan yang dialami seseorang. Keberadaan counseling dapat membantu individu mengatasi kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu dan mengembangkan kehidupan sehari-hari yang efektif.

Menurut wikipedia konseling atau penyuluhan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor/pembimbing) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Frank Parsons pada tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang kemudian mengembangkan pendekatan terapi yang berpusat pada klien (client centered).

Beberapa tujuan dari konseling diantaranya:

  • Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier serta kehidupannya pada masa yang akan datang
  • Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin
  • Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan kerjanya dan
  • Mampu mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja

Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling merupakan proses pemberian bantuan melalui komunikasi berupa wawancara yang dilakukan oleh konselor kepada konseli yang bertujuan untuk membantu konseli memperoleh kondisi yang membahagiakan, nyaman tenteram dan damai serta berada dalam kondisi psikologis yang efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Dapat di sebut juga konseling adalah usaha yang dilakukan konselor untuk membantu konseli mengatasi masalah yang dihadapinya melalui pertukaran pikiran, sehingga konseli memperoleh kebahagiaan dan berasa pada kehidupan dan psikologis yang efektif sehari-hari, selain itu konseling bertujuan untuk membantu individu menerima dirinya apa adanya, dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, mampu mengatasi tantangan dan permasalahan kehidupan secara mandiri serta memahami niai-nilai yang ada dalam dirinya.

Dalam permasalahan psikologis atau kesehatan mental konseling ini dapat berupa Konseling Anak, Konseling Remaja maupun Konseling Dewasa.

Pengertian Konseling Psikologi

Berdasarkan kalimat tersebut terdiri dari dua suku kata diantaranya terdapat kata “konseling” dan kata “psikologi”, sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa konseling adalah sebuah aktivitas atau kegiatan, konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangn dirinya, dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu (division of conseling psychology).

Selanjutnya menurut wikipedia psikologi adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah. Seseorang yang melakukan praktik psikologis disebut sebagai psikolog. Para psikolog berusaha untuk memperbaiki kualitas hidup seseorang melalui intervensi tertentu baik pada fungsi mental, perilaku individu maupun kelompok, yang didasari atas proses fisiologis, neurologis, dan psikososial.

Selain psikolog seseorang yang melakukan praktik psikologi di lingkungan masyarakat juga di kenal dengan istilah terapis atau konselor Kesehatan Mental.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling psikologi merupakan suatu kegiatan yang dibangun melalui adanya interaksi antara klien dengan konselor.

Dimana interaksi sebagaimana dimaksud tentunya interaksi berupa konseling psikologi seperti permasalahan psikologis atau kesehatan mental, sedangkan konselor sebagaimana dimaksud dapat berupa Psikolog atau Psikiater maupun konselor kesehatan mental lainnya seperti psikoterapis.

Selanjutnya mekanisme konseling psikologi sebagaimana dimaksud dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Konseling Online maupun Konseling Tatap Muka.

Salah satu lembaga penyedia jasa layanan konsultasi psikologi yang menerapkan layanan konsultasi atau Konseling Psikologi Online maupun tatap muka adalah Wahana Bahagia Psychology Consultant yang membuka praktek dan beralamat disini.

Pengertian Konseling Psikologi Online

Seiring perkembangan zaman maka dunia konseling juga akan semakin berkembang. Perkembangan zaman akan menuntut konselor atau terapis untuk bisa mengikutinya.

Di era digitalisasi ini konseling merupakan suatu hal yang akan sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan kehidupan masyarakat akan semakin bersifat individualis, ini akan mengakibatkan kurangnya kepedulian terhadap masalah yang diderita orang lain.

Konseling online terdiri dari dua kata, yaitu konseling dan online. Istilah konseling sendiri telah digunakan secara luas sebagai kegiatan membantu seseorang dalam menyelesaikan masalahnya.

Sebagaimana makna dari konseling itu sendiri ialah hubungan antara konselor dengan klien atau konseli yang bertujuan untuk membantu konseli memahami hidupnya sehingga konseli dapat memiliki pemahaman untuk membuat keputusannya sendiri dalam menentukan penyelesaian masalah-masalah pribadi dan emosi yang ada.

Sedangkan kata Online, merupakan suatu istilah ketika kita sedang menggunakan komputer atau gadget yang terkoneksi ke jaringan internet, sehingga kita dapat mengakses berbagai website, bermain game online, hingga melakukan streaming video.

Melalui dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa online counseling merupakan praktek konseling professional yang terjadi dalam kondisi dengan jarak yang terpisah, atau dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa Konseling Psikologi Online merupakan proses konsultasi psikologi dimana konselor dan konseli tidak berada pada tempat yang sama.

Bentuk Bentuk Online Counseling

Mallen (2005) secara spesifik membagi konseling online menjadi dua jenis yaitu:

  • Non Interaktif
  • Interaktif synchronous ataupun asynchronous

Konsep yang ideal mengenai layanan konseling online (cyber counseling) dapat dilakukan jika konselor tersebut memiliki website sendiri yang dapat digunakan untuk melakukan layanan konseling online. Situs-situs konseling online secara khusus memanfaatkan berbagai media online lainnya yang bisa digunakan untuk pelaksanaannya seperti jejaring sosial misalnya facebook, twitter, myspace, email, dan beberapa program aplikasi untuk chating lainnya.

Konselor memiliki berbagai tanggung jawab dalam memberikan layanannya kepada klien, adapun layanan yang diberikan konselor wahana bahagia diantaranya Konseling Anak, Konseling Remaja maupun Konseling Dewasa.

Tidak hanya itu, tak jarang juga merlebar ke dunia pendidikan seperti membantu siswa dalam pengembangan dalam bidang akademik, bidang sosial, emosional dan juga dalam bidang pentuan karir, mulai dari pemilihan jurusan kuliah dan pemilihan universitas, dalam hal ini sebagian beberapa kegiatannya telah di upload ke dalam website pada gallery page disini.

Selanjutnya berbicara mengenai bentuk-bentuk konseling online sebagaimana disebutkan di atas dapat di jabarkan sebagai berikut:

Non interaktif

Merupakan situs konsultasi psikologi yang memberikan layanan non interaktif dengan bentuk layanan informasi atau jika dikaitkan dengan bimbingan komprehensif merupakan salah satu bentuk layanan dasar yang mendukung individu sebagai sebuah narasumber yang berisi informasi bagi pengayaan diri dan bersifat self help bagi pribadi yang membutuhkan.

Artinya pada kegiatan ini sama sekali tidak ada interaksi dan tidak bertatap muka langsung antara konselor dan konseli dimana konseli hanya sebatas bisa menyimak dan dibatasi oleh media tertentu, atau dengan kata lain pengguna bertindak pasif dan menyaksikan adegan dengan berurutan seperti membaca artikel yang dibuat oleh konselor, melihat video konselor dalam channel Youtube-nya dan lain sebagainya .

Interaktif

Online counseling yang berjenis interaktif adalah layanan konsultasi psikologi yang menawarkan alternatif bentuk layanan melalui internet, dalam layanan ini terdapat interaksi antara konseli dan konselor baik secara langsung (synchronous) ataupun tidak langsung (asynchronous).

Selanjutnya interaktif sebagaimana dimaksud dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Interaktif synchronous
    Konseling online dijalankan secara langsung dan real time, bentuknya dapat berbasis text atau chat dan video conference
  • Interaktif asynchronous
    Konseling online dilaksanakan tidak secara langsung dan real time. Dalam proses konsultasi psikologi ini terdapat penundaan waktu yang terjadi antara konseli dan konselor

Media Konsultasi atau Konseling Psikologi Online

Internet menjadi sarana penting dalam memberikan layanan kesehatan mental, hadirnya internet juga dapat mengatasi hambatan berkaitan dengan jarak dan akses, Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (2004) mendefinisikan kesehatan mental sebagai sesuatu keadaan kesejahteraan di mana individu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasinya dengan tekanan normal kehidupan, dapat bekerja secara produktif dan berbuah, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.

Sehingga kesehatan mental tidak semata-mata hanya karena tidak adanya penyakit mental, melainkan spektrum kesejahteraan, menurut survei kesehatan mental dunia (WHO), gangguan mental berkisar antara 12%-47%. Namun, beberapa orang sering kali tidak langsung bahkan tidak sama sekali untuk mencari bantuan dalam mengatasi masalah Kesehatan Mental.

Ada beberapa hambatan mencari pengobatan yang terlibat, termasuk stigma yang terkait dengan penyakit mental, kurangnya sumber keuangan, jumlah energi dan waktu yang dibutuhkan untuk mencari bantuan, serta beberapa orang
yang belum mengetahui dimana menemukan layanan yang memadai, anak muda mungkin lebih suka menggunakan akses internet untuk mencari informasi dalam rangka mencari bantuan termasuk dalam hal konsultasi psikologi.

Di Indonesia sendiri, kehadiran online counseling masih relatif dan belum begitu terkenal, sedangkan di beberapa negara lain, online counseling semakin sering digunakan untuk memberikan dukungan dan perawatan kepada orang yang mengalami masalah dengan kesehatan mental, perjudian, kecanduan, dan berbagai masalah lainnya seperti Gangguan Kecemasan.

Adapun media atau aplikasi yang dapat digunakan dalam melakukan aktivitas konsultasi atau Konseling Psikologi Online diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Website atau situs

Dalam pelaksanaan konsultasi psikologi secara online, seorang konselor dapat menyediakan sebuah alamat situs yang akan dijadikan alamat untuk melakukan praktik Konseling Online. Sehingga konseli yang akan melakukan konseling secara online dapat berkunjung ke situs tersebut. Saat ini semua perangkat komputer telah hadir bersama web browser sehingga dapat memudahkan setiap orang dalam penggunaan internet.

Oleh karena itu konselor bisa membuat websitenya sendiri maupun bekerja sama dengan seorang programmer, pada saat ini sudah ada banyak website yang dapat dijadikan sarana pelaksanaan Konseling Psikologi Online termasuk lembaga psikologi Wahana Bahagia Psychology Consultant, baik berupa website URL maupun berupa aplikasi. Konseli dapat menemukannya dengan mudah kapan pun dan dimanapun.

2. Email

Penggunaan email dinilai dapat menjadi pilihan umum dan efektif untuk digunakan pada proses Konseling Psikologi Online. Email merupakan singkatan dari electronic mail atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut sebagai surat elektronik. Email merupakan sistem yang memungkinkan penggunanya mengirim pesan berbasis teks untuk dikirim dan diterima secara elektronik melalui komputer atau telepon genggam yang terhubung dengan jaringan internet.

Dalam email tidak hanya dapat mengirim pesan teks, email juga menyediakan akses untuk mengirim data, file teks, foto digital, file audio dan juga file video. Beberapa keunggulan konseling online melalui email diantaranya:

  • Catatan kontak permanen, sehingga dapat memudahkan konseli dalam menemukan kontak konselor yang akan dihubunginya
  • Melalui email, konseli dapat menulis pesan langsung sehingga konseli dapat mengekspresikan perasaan mereka saat itu juga dimana mereka merasakan masalah yang ada pada diri mereka

3. Chat atau instant messaging

Chat dapat diartikan juga sebagai obrolan melalui dunia internet. Dalam proses konseling ini dilakukan sebagaimana interaksi melalui chat biasa berjalan. Kesempatan untuk mengirim pesan kepada konselor dapat dilakukan setiap saat, sehingga memudahkan konseli untuk mengaspirasikan perasaannya saat itu juga tanpa harus menunggu pertemuan konseling berikutnya.

4. Video call

Konseling online berbasis video call yang melibatkan interaksi jarak yang sinkron antara konselor dan klien menggunakan apa yang didengar melalui audio dan visual untuk berkomunikasi. Melalui video call, konselor dapat mendengar dengan jelas apa yang diungkapkan kliennya melalui fasilitas perangkat yang digunakan. Melalui mekanisme video call konselor dapat segera menanggapi apa yang dibahas oleh kliennya secara langsung.

Catatan Wahana Bahagia Mengenai Konseling atau Konsultasi Psikologi Online

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi membuat kemajuan dalam profesi konselor, istilah konseling online merupakan dua kata yang berbeda yaitu “konseling” berasal dari kata “Counseling” (Inggris) dan kata ”Online”.

Haberstroh & Duffey (2011) menjelaskan bahwa konseling online adalah klien dan konselor berkomunikasi dengan menggunakan streaming video dan audio. Konseling menggunakan komputer sebagai media komunikasi antara klien dan konselor. Menurut Koutsonika (2009) sejalan dengan kemajuan teknologi, konseling online dilakukan dengan metode seperti live chat, telepon, dan video konseling.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konseling online adalah upaya alternatif yang dapat dilakukan oleh konselor dalam melakukan konseling.

Tujuan konseling online juga tidak ada bedanya dengan konseling seperti pada umumnya yang biasa kita kenal dengan istilah Konseling Secara Langsung yaitu untuk mencegah, mengurangi, mengembangkan kesadaran akan koreksi diri, meningkatkan dan membantu menyelesaikan masalah klien, hanya saja dengan metode yang digunakan berupa virtual atau internet.

Media yang digunakan dalam era teknologi informasi sekarang ini sangat beragam dan mutakhir seperti telepon seluler, internet, dan komputer.

Semua media komunikasi tersebut akan mempermudah proses pemberian bantuan meski konselor dan klien tidak berada dalam satu tempat.

Perkembangan Konseling di Indonesia

Berkembangnya konseling melalui internet di Indonesia cukup besar, terutama sejak munculnya aplikasi-aplikasi jejaring sosial dalam bentuk zoom meeting, cloud, google meeting, google talk, line, whatsapp, email, facebook dan jenis aplikasi lainnya baik itu telepon seluler serta instan massaging.

Semenjak media sosial media dan internet menjadi bagian dari gaya hidup, hampir seluruh kalangan masyarakat tidak lepas dari internet.

Bahkan mereka menggunakan internet sebagai sarana yang digunakan untuk mengakses informasi dan bantuan terkait permasalahan yang dihadapi termasuk mencari konselor.

Online counseling juga dikenal dengan istilah e-counseling, ada juga yang menyebutnya cyber counseling. Kedua istilah tersebut memiliki makna yang sama yaitu salah satu model konseling yang bersifat virtual atau konseling yang berlangsung melalui bantuan koneksi internet dimana konselor dan konseli tidak hadir secara fisik pada ruang dan waktu yang sama, dalam hal proses ini berlangsung melalui internet dalam bentuk website, email, facebook, video call dan ide inovatif lain nya.

Online counseling merupakan alternatif strategi pelayanan konseling, karena dapat dilihat sejauh perkembangan saat ini kebutuhan akan konseling sangat meningkat. Kondisi seperti itu sangat mengharuskan konselor untuk dapat menguasai tata cara, media virtual yang digunakan, etika dalam konseling online.

Etika dalam Online Counseling

Seiring berkembangnya waktu pemberian layanan kesehatan mental dan perilaku secara online melalui internet menuai banyak pertanyaan-pertanyaan baru mengenai proses terapeutik, dan pentingnya dasar-dasar etika, hukum (legal), latihan dan isu-isu teknologi sebelum konselor berhadapan dengan calon konseli dengan menggunakan media komputer sebagai sarana komunikasi.

Menurut Kitchner dalam Glading (2012) Etik meliputi membuat keputusan yang bersifat moral tentang manusia dan interaksi mereka dalam masyarakat. Menurut Herlihy dan Corey dalam Corey & Callanan, (2011) menyatakan bahwa kode etik memenuhi tiga tujuan:

  • Objective is to educate professionals about sound ethical conduct. Reading and reflecting in the standards can help practitionersexpand their awareness and clarify their values in dealing with the challenges of their work
  • Ethical standards provide a mechanism for professional accountability
  • Codes ofethics serve as catalysts for improving practice

Dengan demikian dalam konsultasi psikologi yang dilakukan secara online sama dengan konseling yang dilakukan pada umumnya.

Sama sebagaimana dimaksud yaitu sama-sama memiliki etika profesional dalam menjalaninya, secara umum, etika profesional ini menyangkut:

  • Pembahasan mengenai informasi mengenai kelebihan dan kekurangan dalam layanan
  • Penggunaan bantuan teknologi dalam layanan
  • Ketepatan bentuk layanan
  • Akses terhadap aplikasi komputer untuk konseling jarak jauh
  • Aspek hukum dan aturan dalam penggunaan teknologi
  • Hal-hal teknis yang menyangkut teknologi dalam bisnis dan hukum jika seandainya layanan diberikan antar wilayah atau negara
  • Berbagai persetujuan yang harus dipenuhi oleh konseli terkait dengan teknologi yang digunakan, dan
  • Mengenai penggunaan situs dalam memberikan layanan melalui internet itu sendiri

Kedelapan hal tersebut, dapat kita kategorikan menjadi menjadi tiga bagian besar yaitu mengenai

  • Hubungannya melalui internet
  • Kerahasiaan dari internet, dan
  • Aspek hukum, lisensi dan sertifikasi

Secara rinci berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing aspek tersebut:

1. Hubungan melalui internet

Dalam hal ini konselor yang memberikan layanannya melalui internet memiliki kewajiban untuk menginformasikan berbagai keadaan, ketentuan dan persyaratan yang harus diketahui, dipahami dan diterima oleh calon konseli yang menyangkut dengan pelayanan melalui internet yang diberikan oleh konselor tersebut. Keadaan, ketentuan dan persyaratan yang harus di informasikan kepada konseli sebelum dimulai.

Hal ini juga telah di jelaskan dalam page konseling via telepon disini sedangkan untuk konseling tatap muka ada disini.

2. Kerahasiaan dari internet

Kerahasiaan dan keterbatasannya merupakan isu yang sangat penting untuk dipahami individu yang berhati-hati terhadap berbagai tindakan bantuan. Pada umumnya, orang-orang yang berprofesi sebagai seorang konselor akan dengan teguh menjaga dan memelihara kerahasiaan. Bahkan bagi konselor, hal tersebut secara khusus diatur dalam kode etik profesional yang diembannya. Karena itulah, sangat penting bagi konselor untuk menginformasikan mengenai aspek kerahasiaan bagi konseli, termasuk juga mengenai kerahasiaan dari internet.

Profil konselor dapat dilihat disini, perlu anda ketahui, tidak semua konselor mempublikasikan profilnya di website miliknya secara gamblang atau jelas.

3. Aspek hukum, lisensi dan sertifikasi

Tidak terdapatnya batasan geografi memberi kesempatan konseli dan konselor yang berasal dari berbagai wilayah, bahkan negara terlibat dalam proses terapeutik. Jika dilihat dari sisi hukum, tentu saja hal ini akan mengundang permasalahan-permasalahan terkait dengan wilayah praktek dan lisensi konselor, untuk itulah dalam hal ini terdapat etika layanan melalui internet diatur mengenai aspek hukum, lisensi dan sertifikasi bagi konselor yang memberikan layanannya secara online melalui internet.

Etika yang umumnya diketahui oleh konselor ketika memberikan layanannya secara online adalah sebagai berikut:

  • Memahami potensi dan informasi tentang konseli
  • Kemungkinan untuk memberikan kepedulian dan persetujuan kepada konseli saat proses berlangsung
  • Pemahaman tentang identitas konseli
  • Pemahaman tentang resiko kereahasiaan dari komunikasi online
  • Menjaga komunikasi pribadi dan menyimpan data

Anda dapat melihat seluruh aspek legalitas dengan melihat semua page wahana bahagia, perlu anda ketahui, tidak semua konselor mempublikasikan legalitasnya.

Tantangan Etika dalam Online Counseling

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa teknologi telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah jasa layanan konsultasi psikologi.

Berbagai keuntungan dan kenyamanan dirasakan oleh klien yang menggunakan layanan ini. Namun, layanan ini memerlukan berbagai adaptasi terutama dalam pertimbangan etik dan regulasi.

Pemberian edukasi kepada konselor maupun konseli yang menjadi pengguna layanan ini perlu diregulasi untuk mengatur prosesnya.

Adapun tantangan yang harus dihadapi konselor ketika memberikan layannya secara online, diantaranya:

  • Mengidentifikasi masalah yang sesuai
    Konselor yang memberikan layanan secara online tersebut memerlukan akuntabilitas dan ikatan kepercayaan yang tinggi dari konseli, diantaranya yang memberikan contoh kepercayaan yang kejujuran dan kompetensi yaitu konselor online harus secara jelas mengidentifikasi diri mereka dan kualifikasi mereka kepada konseli. Konselor wahana bahagia telah mempublikasikan semua profil dan legalitasnya di website, itupun kalau anda bersedia meluangkan waktu untuk membacanya
  • Kemungkinan kesalahpahaman
    Konselor harus memberikan penjelasan pada konseli tentang batas-batas, keefektifan dan resiko dalam menggunakan media internet yang dimungkinkan terjadi, konselor juga menginformasikan pada kliennya untuk dimungkinkan melakukan layanan secara face to face, mengetahui identitas yang lebih jelas lagi tentang konseli juga sangat dibutuhkan untuk menjalin hubungan untuk menghindari adanya pemalsuan data dan informasi dari
    kliennya serta dimungkinkan adanya situasi darurat yang dimungkinkan. Deskripsi layanan konseling tatap muka dapat dilihat disini
  • Batasan profesional
    Hal ini menjaga keseimbangan antara profesional dan batas-batas pribadi, untuk menghindari hubungan ganda yang mungkin berpotensi membahayakan
  • Masalah teknologi
    Konselor harus berdiskusi dengan klien membahas kemungkinan yang terjadi saat melakukan konseling seperti internet mati, server error, bahkan kerusakan peralatan, hal ini dapat di bicarakan sebelum melakukan konseling

Situasi yang Tidak Direkomendasikan dalam Melakukan Konsultasi Psikologi Secara Online

Memang beberapa penelitian menunjukan hasil bahwa konsultasi psikologi yang dilakukan secara online dapat menjadi salah satu solusi menghadapi stres.

Apalagi selama pandemi Covid -19 pada tahun 2020 kemarin, bahkan online counseling dapat dijadikan sebagai layanan kesehatan mental yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan kebingungan semasa pandemik covid-19 sehubungan dengan adanya aturan sosial dan physical distancing.

Beberapa hasil penelitian juga menunjukan bahwa konseling online sangat efektif karena membantu menurunkan kecemasan dan kekhawatiran yang muncul. Namun terdapat situasi yang tidak direkomendasikan untuk melakukan konsultasi psikologi secara online diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Konseli memiliki pikiran untuk menyakiti dan membunuh orang lain atau diri sendiri
  • Konseli berada pada situasi yang mengancam jiwa
  • Konseli mempunyai sejarah situasi perilaku bunuh diri, kekerasan dan kasar
  • Konseli mempunyai delusi
  • Konseli mengalami halusinasi
  • Konseli menalahgunakan alkohol dan obat-obatan

Tahapan-Tahapan dalam Melakukan Online Psychology Consultation

Setiap tahapan dalam proses konseling baik individu maupun kelompok membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus. Namun keterampilan-keterampilan khusus itu bukanlah yang utama jika hubungan konseling itu sendiri tidak mencapai situasi saling memahami dan mengenal tujuan bersama.

Apalagi dalam hal konseling individu dimana dalam prosesnya hanya terdapat satu konseli dengan harapan proses konseling ini tidak dirasakan sebagai hal yang menjemukan bagi peserta konseling (konselor dan konseli). Sehingga keterlibatan mereka dalam proses konseling sejak awal hingga akhir dirasakan sangat bermakna dan berguna.

Adapun tahapan dalam melakukan konsultasi psikologi secara online ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Tahap pengantaran

Sama seperti konseling tatap muka langsung, cyber juga melakukan tahap pengantaran, dengan didahului proses penstrukturan sederhana, boleh menggunakan bahasa yang mudah dipahami konseli, artinya tidak terlalu panjang seperti penstrukturan dalam konseling tatap muka, hal yang sangat penting pada tahap ini prinsipnya adalah membangun hubungan emosional yang baik, nyaman antara konselor dan konseli, sehingga tercipta hubungan yang luwes, sehingga konseli akan lebih muda terbuka dan sukarela menyampaikan permasalahannya pada konselor.

Penstrukturan juga dapat dilakukan berdasarkan status dari konseli, jika isi statusnya menunjukkan adanya indikasi bahwa konseli sedang mengalami masalah, disamping itu penguatan juga sangat dibutuhkan dalam membentuk hubungan yang baik dengan konseli. Kontak pertama antara konselor dan konseli mempunyai pengaruh yang menentukan bagi kelangsungan pertemuan selanjutnya. Hubungan yang akrab antara konselor dan konseli serta saling mempercayai harus dapat ditumbuhkan dan dikembangkan.

2. Tahap penjajakan

Merupakan tahap yang sangat menentukan dalam arah tahap pembinaan, pada tahapan ini konselor melakukan pendalaman terhadap masalah konseli, dengan cara melakukan teknik pertanyaan terbuka, refleksi, dorongan minimal, dan beberapa teknik yang lain, pada tahapan ini juga sangat dibutuhkan keterampilan konselor untuk dapat mengungkap penyebab masalah yang terjadi pada konseli, bagaimana cerita awal proses terjadinya masalah, sasaran penjajakan adalah hal-hal yang dikemukakan konseli bersangkut paut dengan perkembangan dan permasalahannya dalam hubungannya dengan konseling.

3. Tahap penafsiran

Tahap penafsiran merupakan tahap ketiga dari proses konseling yang tujuannya memberikan makna atau arti dari masalah yang dialami konseli. Hal ini merupakan bagian dari teknik-teknik umum konsultasi individu, memaknai hasil dari proses penjajakan masalah. Pengungkapan masalah konseli diawal sesi konseling belum tentu sama dengan hasil penjajakan dalam konseling, sehingga diperlukan penafsiran terhadap masalah yang dialami oleh konseli, yang bermuara pada ketepatan dalam menyelesaikan masalah.

4. Tahap pembinaan

Inti tahap pembinaan yakni meneguhkan hasrat konseli dalam menetapkan tujuan, mengembangkan program, merencanakan skedul, merencanakan pemberian penguatan, dan mempersonalisasikan langkah-langkah yang harus ditempuh, atau dapat juga dimaknai sebagai tahapan yang dilakukan untuk memberikan penguatan terhadap keputusan yang diambil oleh konseli terhadap pemecahan masalah. Hal ini merupakan bagian dari teknik-teknik umum konseling.

5. Tahap penilaian/mengakhiri konseling

Terhadap hasil layanan konseling individu perlu dilakukan tiga jenis penilaian, yaitu:

  • Penilain segera
  • Penilaian jangka pendek, dan
  • Penilaian jangka panjang

Penilaian segera (LAISEG), yaitu penilaian pada akhir layanan konsultasi individu. Fokus penilaian segera diarahkan kepada diperolehnya informasi dan pemahaman baru (understanding), dicapainya keringanan beban perasaan (comfort) dan direncanakannya kegiatan pasca konseling (action).

Keberhasilan proses konseling adalah tercapainya kondisi yang lebih baik dari ketiga poin tersebut, maksudnya dengan adanya konseling, konseli mendapatkan pemahaman baru tentang cara pandang dalam menghadapi masalah, sehingga ada perubahan dalam memandang sesuatu yang selama ini berat, bisa jadi ringan, sesuatu yang selama ini tidak mungkin bisa menjadi mungkin.

Selanjutnya untuk poin kedua terkait dengan perasaan, proses konseling merupakan proses katarsis, artinya konseli mencurahkan semua masalahnya pada konselor, sehingga tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi, dengan demikian ada perasaan lega setelah menceritakan masalahnya pada konselor. Selanjutnya ada planing yang akan dilakukan setelah konseling, sejatinya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya sama halnya dengan penyakit. Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.

Pada hakikatnya ketika seseorang mendapatkan musibah, bencana, ujian, ataupun masalah sebenarnya mereka tahu jalan keluarnya, namun butuh penguatan untuk menentukan pilihan langkah yang dapat diambil dalam penyelesaian masalah tersebut, disinilah peran seorang terapis atau konselor, membantu konseli mengambil keputusan dalam menyelesaikan masalahnya.

Kelima tahap yang terdapat dalam penyelenggaraan konseling secara langsung atau face to face juga dapat diterapkan pada penyelenggaraan konseling online namun pada penyelenggaraan online counseling lebih terbuka untuk melakukan penyesuaian, mulai dari tahap awal sampai tahap akhir, juga penggunaan teknik-teknik umum dan khusus tidak secara penuh seperti penyelenggaraan konseling secara langsung.

Intinya yang paling penting adalah proses konseling dapat memberikan makna yang lebih baik bagi konseli yang pada akhirnya dapat membantu pengentasan masalah konseli, atau terwujudnya suasana yang membahagiakan bagi konseli.

Tips Memilih Layanan Konseling Online

Ada berbagai macam layanan konseling online, kita tinggal mencari informasi tersebut melalui sebuah mesin pencari seperti google, bing, yahoo ataupun mesin mencari lainnya.

Sebagaimana memilih calon dokter untuk masalah kesehatan medis kita, memilih calon konselor pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Ada berbagai macam tips dalam memilih calon konselor atau terapis diantaranya:

  • Legalitas
  • Latar belakang pendidikan
  • Kemampuan public speaking
  • Jam terbang atau pengalaman
  • Jenis website yang dimilikinya
  • Memiliki hak paten atas lembaganya
  • Harga atau biaya

Untuk lebih jelasnya silahkan pahami bagaimana tips memilih ahli hipnoterapi disini.

Selanjutnya mengenai mekanisme bagaimana konseling online dengan konselor wahana bahagia dapat dilihat disini.

Baca juga: Hipnoterapi oleh Orang Psikologi Lebih Baik atau Sama Saja?

Kelemahan dalam Melakukan Online Psychology Consultation

Di negara India konseling online tidak hanya memberikan layanan untuk berkonsultasi mengenai masalah pribadi tetapi juga pendidikan dan karir. Untuk itulah online counseling merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak. Maka dari itu diperlukan aplikasi yang memadai untuk menangani risiko kerahasiaan, mengembangkan kebijakan yang jelas mengenai peraturan praktik tersebut, fokus dalam upaya penelitian untuk menentukan efektivitas proses konseling, dan menetapkan standar praktik terbaik mengenai ketentuan konsultasi psikologi secara online.

Kurangnya standar saat ini telah menyebabkan bidang intervensi terapeutik yang didukung internet menjadi sangat tidak terstruktur dan teregulasi.

Berbagai macam istilah juga digunakan secara bergantian seperti cyberpsikologi, telepsikologi, terapi online, e-health, telehealth,  konseling web, konseling elektronik, dan konseling secara online.

Adanya kelemahan-kelemahan tersebut membuat para konselor keseheatan mental seperti Psikolog atau Psikiater mau tidak mau meningkatkan keterampilan dan kompetensinya. Mereka seakan dituntut untuk terus mempelajari dan memperbaharui pendekatan konseling yang baru, kreatif, dan powerful.

Namun pastinya cara-cara tersebut juga mendukung efektivitas dan efisiensi proses konseling itu sendiri. Upaya ini semata-mata dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi konseli atau klien.

Adapun kelemahan-kelemahan dalam melakukan online counseling diantaranya:

  • Potensi ketidastabilan koneksi internet
  • Potensi gangguan teknis pada perangkat yang digunakan (seperti laptop atau gawai)
  • Potensi peretasan (hack) sehingga mengurangi konfidensialitas data klien
  • Berkurangnya isyarat non verbal (seperti gestur tubuh klien yang dapat diobservasi konselor)

Berbagai macam hal tersebut yang saat ini terjadi di lingkungan masyarakat, namun bukan masalah sepanjang kelemahan-kelemahan tersebut masih ada solusi atau alternatifnya dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  • Menggunakan koneksi internet yang stabil
  • Menggunakan perangkat yang memadai dan berkualiat
  • Tidak memberikan data pribadi kepada calon konselor
  • Menggunakan laptop bila perlu infocus agar isyarat non verbal (seperti gestur tubuh klien dapat diobservasi konselor)

Baca juga: Pencabulan Modus Hipnoterapi, Jangan Sampai Mengalaminya.

Ringkasan
Nama Artikel
Konseling Psikologi Online
Deskripsi
Globalisasi ditandai dengan banyaknya pengetahuan dan teknologi baru yang bisa di manfaatkan manusia dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal Konseling Psikologi Online.
Penulis
Penerbit
Wahana Bahagia
Logo Penerbit
Share
Riscka Fujiastuti, S.Psi., CFc., CH., CHT