4. Memiliki Kondisi Medis Tertentu, Merupakan Penyebab Anak Suka Mencuri yang Belum bisa Dipastikan Tanpa Diagnosis Psikolog atau Psikiater
Tindakan pencurian yang anak lakukan bisa terjadi karena adanya masalah kesehatan seperti kleptomania. Masalah kejiwaan ini menimbulkan perasaan cemas jika tidak mencuri dan perasan lega setelah dilakukan.
Pada kebanyakan kasus kleptomania, barang-barang yang dicuri tidak penting dan memiliki nilai jual yang tidak besar. Ini berbeda dengan pencurian yang dilakukan perampok, pencopet, atau penjambret.
Jika anda memergoki anak mencuri lebih dari sekali dan barang curiannya bukanlah benda yang penting, anda patut mencurigai hal ini. Konsultasikan pada Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan kleptomania yang tepat.
Apakah Penyebab Anak Suka Mencuri Merupakan Salah Satu Indikasi Kleptomania? Begini Ciri-Ciri Kleptomania
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, kebanyakan kasus kleptomania, barang-barang yang dicuri tidak penting dan memiliki nilai jual yang tidak besar.
Dilansir dari popmama kleptomania adalah gangguan kendali impulsif yang membuat seseorang tidak bisa mengendalikan dirinya untuk mencuri atau mengutil barang-barang. Hal ini adalah jenis gangguan kejiwaan karena kadang tidak bisa dikendalikan walaupun si Pelaku tahu bahwa mencuri tidak baik.
Gangguan perilaku ini akan memengaruhi kehidupan sosial pelakunya karena ia sering ketakutan dan dianggap orang jahat.
Kaget? Sudah pasti. Mungkin anda juga bingung karena yang ia curi adalah benda yang sangat sepele dan tidak mahal. Benda itu mungkin hanya sebatang pensil atau bahkan sebungkus permen.
Anda pun tak habis pikir, kenapa si anak yang selama ini selalu baik, tiba-tiba berubah menjadi pencuri? Anda pasti takut ini akan terus berlangsung hingga ia dewasa.
Sementara itu dilansir dari alodokter ciri-ciri kleptomania bila memiliki tanda-tanda berikut ini:
1. Mencuri di mana saja
Keinginan tak tertahankan untuk mencuri dapat dilakukan di mana saja. Biasanya, seorang kleptomania mencuri di lokasi ramai seperti supermarket atau toko. Namun, tak jarang mereka juga bisa mencuri di tempat pribadi, seperti rumah teman atau kerabat.
2. Merasakan ketegangan yang meningkat sebelum mencuri
Sebelum mencuri, penderita kleptomania biasanya merasakan ketegangan yang begitu hebat. Rasa tegang yang hadir ini berkaitan dengan gangguan kontrol impuls yang tak terkendali.
3. Merasa lega dan senang setelah mencuri
Seorang kleptomania akan merasa lega, senang, atau bahkan puas setelah mencuri suatu barang. Namun, mereka juga akan langsung merasa malu, bersalah, menyesal, benci pada diri sendiri, atau muncul rasa takut akan ditangkap.
4. Tidak pernah menggunakan barang-barang yang dicuri
Barang-barang yang dicuri oleh seorang kleptomania sering kali hanya diletakkan, disimpan, atau diberikan lagi pada orang lain. Bahkan, tak jarang barang curian tersebut dikembalikan kepada pemiliknya secara diam-diam.
5. Memiliki dorongan mencuri yang hilang dan timbul
Dorongan untuk mencuri pada penderita kleptomania dapat datang dan pergi. Pencurian juga bisa terjadi dengan intensitas yang lebih besar atau lebih kecil dari waktu ke waktu. Selain itu, pencurian yang dilakukan penderita kleptomania tidak didasarkan alasan halusinasi, delusi, marah, atau balas dendam.
Penyebab kleptomania belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan faktor genetik dan gangguan keseimbangan hormon di otak, yaitu hormon serotonin dan hormon dopamin.
Bahkan, penderita kleptomania terkadang juga memiliki gangguan kejiwaan lain, seperti Depresi, rasa cemas berlebihan, gangguan kepribadian, gangguan suasana hati, atau gangguan pola makan.
Cara Mengatasi Kleptomania
Kleptomania merupakan gangguan mental yang tidak dapat dianggap remeh. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kleptomania dapat menimbulkan penderitaan bagi penderita maupun keluarganya.
Sebagian penderita kleptomania menahan rasa malu akibat gangguan tersebut. Bahkan, mereka takut jika nantinya akan ditangkap dan dipenjara sehingga tidak berani mencari bantuan profesional.
Hingga kini, belum ada obat khusus yang mampu menyembuhkan kleptomania. Namun, penanganan dengan psikoterapi dan obat dapat menekan dorongan untuk mencuri pada penderita kleptomania.
Terapi yang dilakukan untuk penderita kleptomania umumnya ditujukan untuk mengetahui permasalahan psikologis yang menjadi pemicunya. Jenis terapi yang bisa digunakan untuk mengatasi kleptomania meliputi:
- Terapi perilaku kognitif
- Terapi konseling keluarga
- Psikodinamik
- Terapi modifikasi perilaku
Biasanya, terapi-terapi tersebut dapat dilakukan secara personal maupun berkelompok.
Selain terapi, serangkaian obat juga diberikan untuk melengkapi terapi psikologis bagi penderita kleptomania. Obat yang digunakan meliputi fluoxetine, paroxetine, fluvoxamine, dan sertraline, yang dapat meningkatkan Hormon Serotonin pada otak.
Jika anak anda dicurigai menderita kleptomania, sebaiknya segera konsultasikan ke Psikolog atau Psikiater. Kelainan ini penting untuk segera ditangani, mengingat hal ini juga memiliki risiko moral, sosial, dan hukum yang bisa dihadapi penderita kleptomania di lingkungan masyarakat.
View Comments
Cara Anda menjelaskan semuanya dalam posting ini sangat bagus, semuanya dapat dengan mudah memahaminya, Terima kasih banyak.
Sama2