Sudah bukan menjadi rahasia bahwa rekan kerja suami/istri bisa menjadi ancaman besar dalam sebuah keberlangsungan rumah tangga. Tidak sedikit peristiwa yang menjadi pemicu retaknya pasangan rumah tangga karena rekan kerja, lalu mengapa Perselingkuhan sering terjadi di lingkungan kerja?
Perselingkuhan merupakan hal yang tidak pernah diinginkan dalam sebuah hubungan. Bagaimana tidak, perselingkuhan bisa menodai sebuah hubungan dan kepercayaan pasangan. Bahkan, menurut ulasan yang ditulis jurnal publikasi Fincham & May di 2017, perselingkuhan merupakan penyebab utama perceraian, Depresi, hingga bisa memicu kekerasan rumah tangga sebagaimana dilansir dari kumparan.
Sebenarnya perselingkuhan sendiri biasa terjadi di mana saja, kapan saja, dan pada siapa saja. Tak hanya di lingkungan kerja, perselingkuhan juga kerap terjadi di masyarakat.
Banyak faktor yang menjadi penyebab Perselingkuhan di tempat kerja terjadi, tapi yang pasti ada dua faktor penyebab terjadinya perselingkuhan di tempat kerja yaitu dari individu itu sendiri dan juga peran dari lingkungan.
Untuk faktor yang pertama, dipicu oleh masalah pribadi, misalnya orang itu punya masalah dengan pasangannya. Selanjutnya, dia juga merasa tidak puas dengan hubungan atau pernikahannya. Namun, ada juga individu (pelaku perselingkuhan) yang memiliki hubungan bahagia namun dia tetap ingin memiliki banyak pasangan.
Sedangkan untuk yang kedua, biasanya dipicu oleh saling goda-godaan atau bercandaan dari lingkungan kerja. Terus mungkin juga karena mengerjakan tugas atau project bersama atau pergi ke luar kota bersama. Nah, kebersamaan-kebersamaan inilah yang akhirnya bisa memicu rasa saling suka dan akhirnya menimbulkan cinlok atau cinta lokasi. Atau ada juga yang dilandasi saling membutuhkan, maksudnya masing-masing memiliki masalah dalam hubungannya lalu ketemu dan curhat-curhat kemudian satu sama lain merasa cocok.
Mengapa perselingkuhan ini kerap terjadi di lingkungan kerja? Jika diulas lebih dalam, dengan kata lain turunan dua faktor tadi yaitu individu dan lingkungan sebagaimana telah dijelaskan di atas, faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya perselingkuhan di tempat kerja?
Bicara soal perselingkuhan di lingkungan kerja, masalah tersebut terjadi bukan hanya karena ketertarikan fisik. Faktor emosional dan interaksi yang hangat antara dua rekan bisa membuat kenyamanan yang membuat lupa pasangannya sendiri.
Baca Juga: 11 Tanda Pasangan Selingkuh Menurut Psikologi
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya perselingkuhan di tempat kerja sebagaimana dilansir dari popbela:
Hubungan bersama rekan kerja memang awalnya profesional, namun karena seringnya bertemu di tempat kerja membuat seseorang bisa saja menimbulkan rasa suka dan melakukan selingkuh dengan teman kerja. Selingkuh dalam chat, audio, ataupun sentuhan fisik mesra juga sudah tergolong perselingkuhan.
Karena baper bisa datang tiba-tiba, hal tersebut bisa dicegah dengan kesadaran untuk menjaga hati dan memikirkan dengan jernih tentang hubungan keluarga di rumah yang sudah dibangun dengan komitmen tinggi agar selalu mencintai dan setia.
Alasan banyak orang selingkuh dengan teman kerja yang paling krusial adalah adanya konflik di rumah. Terkadang jika ada konflik dalam rumah tangga, seorang pasangan akan mencari pelarian pada orang lain untuk menghilangkan penat, masalah, dan tidak mencoba menyelesaikan konflik yang dihadapi.
Kalau sudah begini, sebaiknya setiap pasangan harus bisa lebih bijak menghadapi masalah atau konflik di rumah. Cobalah selesaikan konflik pelan-pelan dengan pikiran jernih serta penuhilah kebutuhan atau keinginan pasangan.
Dalam hubungan selingkuh yang disebabkan rasa bosan dengan pasangan, umumnya dilakukan oleh laki-laki. Mereka cenderung mencari tantangan baru dengan mendekati teman kerjanya, namun di sisi lain sebenarnya laki-laki tidak ingin mengakhiri pernikahan dengan istri sahnya.
Ketertarikan fisik dengan rekan kerja menjadi hal yang paling sering terjadi. Tampil rapi, cantik, tampan, atau menawan memang sebuah keharusan untuk menjaga pandangan yang baik terhadap instansi. Namun perlu hati-hati, penampilan rekan kerja bisa menarik rasa suka yang berujung selingkuh.
Alasan selingkuh karena ketertarikan fisik juga dapat disebabkan karena hubungan rumah tangga yang tidak harmonis. Seperti tidak terpenuhi kebutuhan biologis pasangan dan bisa dari faktor pasangan yang tidak tampil menarik bila berada di rumah.
Karena load kerjaan yang banyak, terkadang memiliki teman curhat di tempat kerja menjadi suatu kebutuhan. Bagi yang sudah memiliki pasangan, namun memiliki teman curhat lawan jenis di kantor perlu hati-hati. Awalnya hanya ingin melepas penat, tapi karena teman curhat menanggapinya dengan respon yang baik sehingga timbullah bonding emosi yang kuat.
Selingkuh yang berawal dari curhat bisa saja dihindari dengan menyimpan cerita atau kepenatan saat bekerja hanya pada pasangan yang sah. Dengan begitu, pasanganmu akan mengerti sibuk dan sulitnya pekerjaanmu di kantor sehingga mencoba untuk memenuhi keperluan atau sekadar menjadi pendengar yang baik.
Momen makan siang atau bersantai di kantor terkadang menjadi waktu untuk saling bercanda. Dalam candaannya seringnya menjodoh-jodohkan seseorang dengan rekan kerjanya, inilah yang dapat menjadi alasan banyak orang selingkuh dengan teman kerja. Awalnya memang bercanda sih, tapi lama-lama bisa timbul rasa suka.
Kalau kamu dijodoh-jodohkan di tempat kerja, jangan dulu baper, ya, karena kamu sudah memiliki pasangan atau bisa jadi dia juga sudah. Daripada merusak hubungan diri sendiri atau orang lain, hal-hal bercanda dijodohkan abaikan saja dan nggak perlu dibawa serius.
Hampir sama dengan berawal dari curhat, alasan banyak orang selingkuh dengan teman kerja juga karena merasa satu nasib di tempat kerja. Pasangan yang suaminya bekerja, sedangkan istrinya ibu rumah tangga terkadang menganggap istrinya tidak tahu dan tidak bisa merasakan pusingnya kerjaan di kantor.
Teman kerja yang mungkin di tempatkan satu divisi, bisanya akan merasakan sulit yang sama. Dari kesulitan muncul keluh kesah hingga berujung curhat dan menimbulkan perhatian dan butuh perhatian antara rekan kerja.
Alasan banyak orang selingkuh dengan teman kerja yang terakhir bisa karena memiliki kepribadian suka gonta-ganti pasangan. Susah memang kalau sudah menjadi kepribadian, tapi kamu sebagai pasangannya bisa mencegahnya dengan menemukan kesukaan dari pasanganmu untuk mengikat rasa cintanya.
Dengan bisa mengikat hati pasangan, dapat dipastikan pasanganmu nggak akan ke mana-mana bahkan selingkuh dengan teman kerjanya. Jadi cobalah memahami dan mengerti pasanganmu, ya, agar bisa menghindari selingkuh dengan teman kerjanya. Jangan lupa untuk terus belajar menyikapi dan menumbuhkan keharmonisan dalam rumah tangga.
Itulah 8 alasan banyak orang selingkuh dengan teman kerja. Semoga keharmonisan rumah tanggamu dan pasangan selalu terjaga.
8 alasan mengapa selingkuh sering terjadi di lingkungan kerja sebagaimana telah diuraikan di atas, yang perlu di garis bawahi hanyalah penunjang.
Sebenarnya berbicara mengenai perselingkuhan, mau tempatnya di lingkungan kerja, mau di sekolah, sama tetangga, kalau memang anda mau selingkuh, ya, akan terjadi. Artinya bukan tempatnya tapi lebih kepada diri anda sendiri. Tempat hanya salah satu alasan bagi orang yang melakukan dengan alasan karena intensitas pertemuan sehingga sering bertemu, kerja bareng, saling membantu, lama kelamaan merasakan kedekatan emosional dan lain-lain.
Lalu mengapa artikel ini diberikan judul mengapa perselingkuhan sering terjadi di lingkungan kerja? Bukankah yang bermasalah bukan tempatnya, karena mayoritas penduduk Indonesia merupakan pekerja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sebanyak 37,02% penduduk Indonesia berstatus sebagai buruh, karyawan, dan pegawai pada Februari 2021. Proporsi tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan status pekerjaan utama lainnya. Sebanyak 19,57% penduduk Indonesia menjalani usahanya sendiri. Kemudian hanya 3,4% penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha (sumber: liputan6).
Sehingga suatu hal yang wajar jika tingkat keterjadiannya lebih banyak terjadi di lingkungan kerja, logika sederhananya coba anda bandingkan tingkat kecelakaan antara darat, laut, dan udara, tentunya akan lebih sering terjadi di darat karena lalu lintas kendaraan di darat lebih banyak, hal ini sejalan dengan volume interaksi yang tinggi di dunia kerja.
Ada beberapa cara untuk menghindari atau mencegah terjadinya perselingkuhan diantaranya:
Benih-benih cinta bisa timbul di mana saja, termasuk di antara rekan kerja. Intensitas perjumpaan yang sering bisa turut mempengaruhi ketertarikan satu sama lain, bila memang ada chemistry di antaranya. Sajumlah potensi yang berdampak buruk dapat terjadi akibat perselingkuhan di dunia kerja sebagaimana dilansir dari cantika diantaranya:
Dikutip dari laman Business Insider, David Brudö, CEO dan salah satu pendiri aplikasi kesehatan mental Remente, mengatakan ada beberapa risiko potensial saat anda berkencan dengan rekan kerja. Salah satunya adalah menimbulkan drama di tempat kerja yang bisa merusak reputasi profesional anda.
“Mengetahui bahwa, jika hubungan tidak berhasil, itu dapat menyebabkan konsekuensi yang sedikit menodai dan dapat berdampak emosional pada anda dan rekan kerja yang menjadi pacar.”
Anda mungkin berpikir ini urusan pribadi, tapi ternyata tidak. Hubungan ini juga akan mempengaruhi rekan kerja yang lain. Sebagai contoh, ketika anda duduk bersama di kantin perusahaan, apakah orang harus memberi anda privasi? Apakah mereka akan mengecualikan anda dari percakapan tertentu, karena mereka tidak tahu apa yang akan anda sampaikan ke teman kencan anda?
Sadar atau tidak sadar, hubungan anda dapat mempengaruhi keputusan besar. Anda mungkin mewarnai penilaian semua orang terkait dengan promosi, proyek, pembangunan tim, dan tanggung jawab. Hubungan itu bisa saja mempersulit departemen anda untuk beroperasi secara efektif dan profesional.
Jika anda kencan dengan seseorang yang lebih berkuasa atau atasan, bakal muncul keraguan. Anda berkencan dengan dia karena benar-benar tertarik atau hanya ingin mengambil keuntungan?
“Anda tidak bertemu si dia di sebuah bar, di mana anda tidak tahu apa-apa tentangnya, lalu terpesona. Jadi, anda harus benar-benar menilai berdasarkan apa ketertarikan anda kepada rekan kerja,” telaah Tammy Nelson, konsultan dan terapis seks di situs selingkuh, Ashley Madison.
Ketika akhirnya mendapat promosi, meskipun itu karena prestasi sendiri, anda harus siap dengan adanya risiko bahan gosip anda memanfaatkan hubungan.
Kencan dengan rekan kerja bisa membuat anda tidak produktif. Sebab anda memikirkan seseorang yang sebenarnya ada di dekat anda dan selalu merasa ingin bertemu. Alhasil, bila anda menuruti hasrat itu, anda akan menghabiskan banyak waktu untuk si dia.
Salah satu risiko lain berkencan dengan rekan kerja, anda membuka kesempatan orang lain untuk bergosip. Di awal-awal hubungan mungkin anda masih sabar meladeni, tetapi lama-kelamaan anda dan pasangan harus siap menerima konsekuensi menjadi topik perbincangan, bila terjadi sesuatu.
Berbicara mengenai ilmu psikologi sangatlah kompleks dan luas cakupannya. Psikologi industri dan organisasi merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi industri dan organisasi berfokus kepada lingkup organisasi dan aturan kerja.
Aturan kerja sebagaimana dimaksud dapat berupa standar operasional perusahaan (SOP), kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan produktivitas karyawan, dll.
Salah satu peran dari psikologi industri dan organisasi adalah penilaian kinerja. Penilaian dilakukan untuk melihat perkembangan kinerja individu dalam periode tertentu, apakah semakin baik atau semakin buruk. Penilaian kinerja menjadi dasar bagi organisasi untuk melakukan tindakan tertentu bagi individu.
Ketika sebuah perselingkuhan terjadi di lingkungan kerja, cepat atau lembat hal ini akan mempengaruhi dan saling berkorelasi dengan kinerja anda.
Namun pernyataan tersebut bukan berarti perselingkuhan di luar lingkungan kerja merupakan suatu yang dibenarkan dan tidak akan mempengaruhi kinerja di lingkungan kerja.
Jika anda memiliki masalah ketidakharmonisan hubungan emosional dengan pasangan serta tidak dapat di selesaikan oleh anda maupun pasangan anda dapat menghubungi seorang profesional seperti Psikolog atau Psikiater untuk mencari solusi atas masalah yang sedang anda alami.
Perlu anda ketahui, tidak satu pun pasangan suami istri di dunia ini yang rumah tangga nya tidak memiliki masalah, melakukan konseling atau konsultasi psikologi akan lebih baik dari pada anda merusak rumah tangga dan karir anda di lingkungan kerja dengan melakukan perselingkuhan sebagaimana diuraikan di atas.
Anda dapat melakukan konseling berupa Konseling Anak, Konseling Remaja maupun Konseling Dewasa sejalan dengan masalah yang sedang anda alami, jika memang dipandang perlu dalam hal tindak lanjut setelah melakukan konseling seperti Hipnoterapi, Terapi Pasangan, Terapi Rumah Tangga, Terapi Seksual, Terapi Keluarga, Terapi Emosi, maupun terapi lainnya mengapa tidak demi situasi dan kondisi yang lebih baik.