Hormon

Hubungan Kepuasan Seksual dengan Kebahagiaan Hidup

Setiap orang yang memasuki kehidupan berkeluarga melalui Pernikahan tentu menginginkan terciptanya keluarga yang bahagia, sejahtera lahir dan batin. Hal ini telah menjadi keinginan dan harapan mereka jauh sebelum dipertemukan dalam ikatan pernikahan yang sah. Lalu apakah keinginan dan harapan tersebut bisa tercapai tanpa seks yang sejatinya terdapat hubungan antara kepuasan seksual dengan kebahagiaan hidup.

Banyak orang yang menyimpulkan bahwa pernikahan merupakan sumber kebahagiaan dan pencapaian tertinggi kehidupan. Namun perlu dipahami bahwa sebenarnya kebahagiaan dalam pernikahan tergantung dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya (dalam hal ini suami dan istri) dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain dalam sebuah ikatan yang permanen.

Kebahagiaan keluarga merupakan salah satu tujuan semua pasangan suami isteri. Untuk mendapatkannya tidak sedikit usaha dan pengorbanan yang sangat besar oleh suami dan istri serta mereka selalu meningkatkan usaha agar menambah dan melestarikan sesuatu yang dimilikinya.

Tidak sedikit juga orang memandang kebahagiaan keluarga itu sebagai suatu rahasia yang jauh terpendam di dalam diri masing-masing penegak sebuah rumah tangga.

Kegiatan seks merupakan penyerahan total diri pada suami/istri sehingga hubungan terpupuk semakin dalam. Kegiatan seks yang timpang akan menjadi masalah serius dalam menjalani rumah tangga. Prinsip hubungan seks yang baik adalah adanya keterbukaan dan kejujuran dalam mengungkapkan kebutuhan masing-masing pasangan. Intinya, kegiatan seks adalah saling memuaskan, bukan untuk mengeksploitasi pasangan.

Hubungan Antara Kepuasan Seksual dengan Kebahagiaan Hidup

Banyak orang percaya bahwa semakin puas berhubungan seksual akan semakin bahagia. Orgasme merupakan puncak kenikmatan bercinta yang ditandai dengan perubahan fisiologis, emosional, dan kognitif.

Selain mendapatkan kepuasan/kenikmatan, seks yang baik juga akan semakin meningkatkan rasa saling memiliki dan saling mencintai antar pasangan. Berkaitan dengan kepuasan seksual, dalam hubungan seksual semestinya dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi pasangan suami istri, sekaligus bentuk pelepasan rasa cinta. Artinya, hubungan seks yang didasari oleh rasa saling cinta akan lebih menyenangkan dimana masing-masing berusaha memuaskan pasangannya.

Dikutip dari CNN “Berhubungan seksual secara rutin akan mendorong testosteron kita yang akan menjaga gairah seksual juga. Stimulasi apapun pada genital, akan mendorong sistem dopamin, yang akan menimbulkan rasa cinta yang romantis. Dan stimulasi orgasme sebagai produk dari kerja hormon oksitosin akan menciptakan perasaan keterikatan yang mendalam.

Tak dapat di pungkiri, di dalam kehidupan berumah tangga tentu ada pasangan suami/istri yang tidak merasakan kebahagiaan dalam pernikahannya dengan alasan ketidakpuasan seksual yang disebabkan oleh karena berbagai faktor.

Untuk mengelola faktor-daktor tersebut, suami/istri dapat mengelola hubungan seksual dengan tips berikut ini sebagaimana dilansir dari sehatq:

1. Membuat jadwal secara implisit

Salah satu tips membuat jadwal hubungan seks agar berhasil adalah dengan merencanakannya secara implisit.

Maksudnya, alih-alih mengharuskan anda dan pasangan bercinta pada waktu dan hari yang sudah ditentukan, anda bisa menjadwalkannya dengan lebih lembut.

Misalnya dengan mengatakan bahwa anda merencanakan untuk berhubungan intim pada hari Sabtu pagi jika anak-anak tidak bangun terlalu cepat. Anda bisa juga mengisyaratkan bahwa akhir pekan adalah waktu untuk berduaan.

Dengan begitu, anda dan pasangan tidak merasa tertekan dan harus mendorong jadwal penting lainnya untuk berhubungan seks.

Namun, jika anda dan pasangan sudah lama tidak melakukannya karena kesibukan, cobalah untuk berusaha meluangkan waktu untuk bercinta agar hangatnya ranjang tidak padam.

2. Biarkan pasangan yang mengatur jadwal

Jika selama ini anda yang selalu membuat jadwal untuk hubungan seks, cobalah untuk membiarkan pasangan anda yang mengaturnya sesekali.

Cara ini biasanya cukup efektif untuk pasangan yang memiliki Gairah Seks yang rendah. Dengan begitu, akan ada banyak ‘kejutan’ dan mereka bisa mendapatkan ego mereka saat rencana tersebut berhasil.

Bahkan, kemungkinan mereka untuk mengeluh karena sedang tidak mood pun berkurang.

3. Tidak perlu memaksa

Selain membiarkan pasangan yang mengatur, anda berdua mungkin perlu sepakat bahwa tidak perlu ada pemaksaan jika salah satu di antara anda berdua tidak mau.

Membuat jadwal hubungan seks bertujuan untuk menghidupkan kembali hangatnya cinta anda berdua. Jika bantuan ini hanya menjadi penyebab anda berdua bertengkar karena memaksakan diri, tentu anda berdua tidak akan mendapatkan manfaatnya sama sekali.

Maka itu, ‘kupon’ menolak ini berlaku dua arah. Misalnya, ketika anda sedang memiliki gairah seks yang tinggi, sedangkan pasangan tidak, tidak perlu menekannya.

Cukup katakan saja jika pasangan merasa minggu ini tidak memiliki keinginan untuk bercinta, tidak apa-apa. Tentu saja hal ini berlaku untuk anda juga.

Dengan begitu, hubungan ini menunjukkan komitmen bahwa kebahagiaan pasangan juga patut diperhitungkan, bukan hanya merujuk pada jadwal saja.

Membuat jadwal hubungan seks bersama pasangan memang memiliki banyak manfaat untuk hubungan anda berdua. Namun, strategi ini harus dilakukan secara hati-hati dan diperlukan komunikasi yang baik dalam hubungan supaya kobaran api cinta tidak pudar.

4. Kepuasan Seksual Harus didapatkan Bersama karena Kepuasan Seksual Erat Hubungannya dengan Kebahagiaan

Lelah, letih, dan banyak deadline di kantor? Mungkin sebagian besar dari anda lebih memilih untuk langsung tidur dan beristirahat ketika sampai di rumah. Bahkan, tidak jarang terpaksa menolak ajakan pasangan untuk bercinta dengan alasan lelah. Padahal dengan melakukan aktivitas ini anda justru dapat merasa lebih rileks dan Bahagia untuk menghadapi hari esok. Perasaan tenang, aman, dan bahagia pun biasanya akan timbul setelah bercinta. Mengapa bisa? Hal itu terjadi karena terbentuknya hormon endorfin pada otak.

Melansir dari guesehat orgasme yang terjadi saat anda dan pasangan mencapai puncak ketika berhubungan seksual, ternyata membuat otak merilis hormon endorfin. Hormon ini diproduksi di kelenjar pituitari yang terletak di bagian bawah otak, pada sistem saraf pusat.

Hormon endorfin sebelumnya ditemukan pada zat morfin yang dikenal sebagai zat yang dapat menekan rasa sakit, mengendalikan dan/atau Manajemen Stres dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh sesuai kadarnya. Endorfin dalam tubuh juga dapat dipicu melalui berbagai kegiatan, seperti pernapasan yang dalam, relaksasi, serta meditasi. Karena endorfin diproduksi oleh tubuh manusia sendiri, maka endorfin dianggap sebagai zat penghilang rasa sakit yang terbaik.

Endorfin yang muncul saat orgasme akan menyebar ke seluruh tubuh dan memberikan efek yang sama seperti kerja morfin. Walau begitu, jangan lupakan untuk membiasakan gaya hidup sehat agar tubuh juga dapat memproduksi hormon endorfin lebih banyak, sehingga performa tubuh anda juga tetap fit di tengah jadwal yang padat.

Ringkasan
Nama Artikel
Hubungan Kepuasan Seksual dengan Kebahagiaan Hidup
Deskripsi
Perasaan tenang, aman, dan bahagia pun biasanya akan timbul setelah bercinta. Mengapa bisa? Hal itu terjadi karena terbentuknya hormon endorfin pada otak.
Penulis
Penerbit
Wahana Bahagia
Logo Penerbit
Share
Riscka Fujiastuti, S.Psi., CFc., CH., CHT