Childfree atau hidup tanpa anak terjadi ketika Anda dan pasangan memutuskan untuk tidak mempunyai anak pasca menikah. Menurut penelitian, keputusan ini berpotensi memengaruhi Kesehatan secara keseluruhan. Anak merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu dalam pernikahan. Ketika kesulitan untuk punya momongan, berbagai macam cara pun kemudian dilakukan pasangan agar bisa memiliki anak, baik melakukan pengobatan hingga adopsi. Namun, ada beberapa pasangan yang ternyata memang tidak berniat untuk punya anak setelah mereka menikah. Dalam pernikahan, pilihan ini dikenal dengan istilah childfree.
Melansir dari sehatq, Childfree adalah hidup tanpa anak setelah menikah. Kondisi ini bisa terjadi berdasarkan dua jenis kemungkinan, yaitu kemandulan dari salah satu pasangan atau memang sudah menjadi pilihan hidup berdasarkan keputusan bersama.Jika keputusan ini diambil karena kemandulan, pasangan tersebut berarti tidak mengejar perawatan untuk kembali mendapatkan kesuburan. Selain itu, mereka juga tak berencana untuk mengadopsi anak atau berusaha hamil secara alami.
Beragam faktor dapat menjadi penyebab pasangan mengambil pilihan untuk tidak mempunyai anak setelah mereka menikah. Berikut ini sejumlah alasan mengapa pasangan memilih untuk childfree:
Ada beberapa dampak kesehatan yang mungkin Anda rasakan saat menjalani pernikahan Childfree. Menurut penelitian, wanita tanpa anak berisiko mempunyai Kesehatan yang lebih buruk di kemudian hari. Tidak hanya itu, kondisi ini turut meningkatkan risiko kematian dini.Tidak memiliki anak juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker payudara. Ketika Anda hamil dan menyusui, risiko terkena kanker payudara akan berkurang karena adanya perubahan hormonal selama menjalani kedua fase tersebut.
Kehadiran anak memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi pasangan seusai menikah. Meski begitu, bukan berarti pasangan yang memilih untuk childfree tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam hidup mereka.Saat memiliki anak, fokus anda akan terbagi. Akibatnya, pasangan merasa tidak menerima perhatian anda secara penuh. Jika tak mempunyai anak, Anda bisa lebih fokus terhadap diri sendiri dan pasangan. Selain itu, uang, waktu, dan tenaga yang dikhususkan untuk anak dapat digunakan untuk membantu mencapai mimpi maupun tujuan hidup, misalnya liburan keliling dunia maupun mengejar karier. Ketika mempunyai anak, anda dan pasangan mungkin akan mengalami kesulitan untuk bisa mewujudkannya, terutama jika hidup secara pas-pasan.
Melansir dari detikhealth, setelah Youtuber Gita Savitri, giliran pernyataan aktris Cinta Laura yang menjadi sorotan netizen karena mengaku tak ingin memiliki anak. Ia merasa populasi manusia di dunia sudah terlalu banyak sehingga enggan untuk mempunyai momongan.
“Aku suka melihat fakta. Dunia kita sangat over populasi. Terlalu banyak manusia yang tinggal di dunia ini,” ungkap Cinta, dikutip dari kanal YouTube The Hermansyah A6, Kamis (19/8/2021).
Psikolog pro Help Center dan konselor IAC (Indonesia Association Counseling) Nuzulia Rahma Tristinarum menegaskan tak ada yang salah dari keputusan tidak memiliki anak atau Childfree. Ada banyak faktor yang mendasari keputusan tersebut, termasuk persepsi yang terbentuk dari pergaulan hingga pengalaman Trauma Psikologis.
Namun, beberapa orang lainnya memang disarankan untuk childfree atau tidak memiliki anak.
“Ada kalanya seseorang disarankan tidak memiliki anak jika dalam kondisi medis tertentu, saat memiliki anak justru bisa membahayakan keselamatan di sisi ibu,” ungkap Rahma kepada detikcom beberapa waktu lalu.
“Dengan kondisi medis riskan tentu juga dapat mempengaruhi mental ibu dan keluarganya jika dipaksakan memiliki anak,” sambung dia.
Kondisi psikis seperti Depresi berat jika disarankan untuk menunda rencana kehamilan. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan mental sang ibu bisa berpengaruh pada anak nantinya.
“Adapula kondisi psikologis tertentu yang disarankan menunda punya anak. Contohnya jika dalam keadaan depresi berat. Bukan disarankan tidak punya anak, namun hanya menunda sampai kondisinya membaik dan pulih kembali,” pungkas dia.
Berikut beberapa faktor seseorang tak ingin memiliki anak alias Childfree:
Jika anda dan pasangan memilih untuk melakukan Childfree, maka disarankan merencanakan appointment untuk melakukan konsultasi psikologi berupa Konseling Dewasa baik secara Konseling Tatap Muka maupun Konseling Via Telepon dengan Psikolog maupun Psikiater. Sehingga anda dan pasangan akan mendapatkan pengarahan yang tepat. Sekalipun ada Gangguan Psikologis dan Trauma Psikologis di masa lalu maka anda dan pasangan akan mendapatkan pelayanan Terapi Emosi dan terapi lainnya seperti Hipnoterapi.