Undang-Undang

Awas Waspada Hipnoterapis Gadungan, Kerjain Pasien Saat Tak Sadar

Waspada Hipnoterapis Gadungan, Perbuatannya Malah Merusak Profesi Hipnosis

Seorang  Hipnoterapis bisa membuat pasiennya tak sadarkan diri. Saat itu, hipnoterapis yang jahil bisa saja memanfaatkan kondisi. Seperti yang dilakukan seorang pria yang di lansir dari liputan6. Ia memanfaatkan pekerjaannya dengan melakukan pelecehan seksual kepada remaja perempuan. Oleh karena itu jika anda hendak melakukan hipnoterapi harap waspada terhadap hipnoterapis gadungan, sekali lagi awas waspada hipnoterapis gadungan

Disinilah penting nya anda membaca dan memahami bagaimana Tips Memilih Ahli Hipnoterapi yang baik untuk anda.

Melanjutkan berita sebagaimana judul dalam artikel ini, saat pasiennya tak sadarkan diri di bawah pengaruh hipnosis, ia mulai merekam tindakan Pelecehan Seksual.

Philip Sherwin, 47, memijat dan membelai perempuan berusia 19 tahun saat ia terbaring tak berdaya di sofa untuk pengobatan. Sherwin juga mengambil foto ketika si gadis terbaring hanya mengenakan pakaian dalam minim dan celana.

Sherwin dua kali menghipnosis gadis itu karena Gangguan Kecemasan. Dan Sherwin berhasil meyakinkan si gadis itu agar mau menjadi sebagai ‘kelinci percobaannya’.

Gadis itu ternyata tak sadar ketika ia dianiaya sampai polisi menemukan video cabul dan foto gadis itu di komputer Sherwin, bersama dengan banyak simpanan berisi gambar pornografi anak-anak.

Bukannya gangguan kecemasan teratasi, gadis remaja itu menaglami Trauma Psikologis dan tak berani ke kampus seperti dikutip dari liputan6.

Hukuman Untuk Hipnoterapis Gadungan

Sherwin, yang meminta tarif 95 Poundsterling (Rp 1,4 juta) per jam, telah dipenjara selama 10 bulan dalam persidangan di Pengadilan Leicester, Inggris, setelah mengakui melakukan Pelecehan Seksual.

Serangan itu terjadi saat Sherwin mengobati siswa di Centre For Balance di Leicester tersebut. Selama satu sesi, ia membujuk gadis itu untuk melepaskan celana untuk menghilangkan energi dari kakinya. Kemudian, Sherwin memfilmkan dirinya ketika sedang memijat paha bagian dalam dan meletakkan tangannya di selangkangan si gadis di atas celana dalam.

Tapi, ketika ia mengatakan agar gadis itu membuka pakaian dalamnya di saat sudah setengah sadar, gadis itu menolaknya dan melaporkan ke polisi.

Detektif kemudian mendatangi rumah Sherwin di Leicester pada Juli 2010 dan menemukan rekaman serta 44.000 foto porno anak-anak pada laptopnya.

Korban terkejut dan mengatakan kalau dirinya saat itu percaya dengan Sherwin.

Sherwin merupakan anggota yang terdaftar dari akademisi seni hipnotis pada waktu itu. Di dalam email, Sherwin mengatakan kepada remaja perempuan tersebut untuk tidak memberitahukan kepada siapa pun sesi ‘penelitian’nya.

Sherwin mengatakan kepada si gadis itu setelah pertemuannya kalau ia akan pergi ke masa depan untuk memprediksi nomor yang akan memenangkan undian di bawah hipnosis.

Usai insiden tersebut, remaja perempuan itu kembali cemas dan dia pergi ke rumah sakit untuk mencari nasihat.

Sherwin pernah mengatakan ke gadis itu, kalau ia akan mempraktikkan pijat Chi dan memperingatkan kalau ia mungkin merasa terangsang.

Sherwin menyentuh dahinya, dada bagian atas, dan membuat lingkaran kecil dengan ibu jarinya pada perutnya dengan membuka t-shirtnya.

Kejadian ini membuat hakim mengecam karena kurang jelasnya peraturan untuk Hipnoterapis. Apalagi setelah mendengar kalau mantan pekerja percetakan, Sherwin, baru satu minggu kursus dan dua hari seminar sebelum menyiapkan praktiknya.

Awas Hipnoterapis Gadungan Bisa Saja Ada di Indonesia Tanpa Anda Mengetahuinya

Berita ini terjadi pada tahun 2013, sudah lama memang, dan terjadi di Kota Leicester, Inggris. Lalu bagaimana di Indonesia? di Indonesia sendiri tepatnya sekitar tahun 2019 sempat viral kasus pelecehan seksual yang di lakukan oleh seorang hipnoterapis ternama meski pada akhirnya korban berbalik meminta maaf dimana dirinya mengaku telah melakukan kelalaian yang beritanya telah tertuang disini.

Praktik hipnoterapi di Indonesia telah di atur di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah RI Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris.

Awas waspada hipnoterapis gadungan, jika anda berjenis kelamin perempuan alangkah lebih baiknya mencari hipnoterapis berjenis kelamin perempuan pula. Statement ini tidak berarti hipnoterapis berjenis kelamin laki-laki tidak baik karena sesungguhnya ini bukan berbicara mana yang lebih baik melainkan berbicara Manajemen Risiko, karena jika anda berjenis kelamin laki-laki tentu bebas memilih hipnoterapis berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan, mengingaat pelecehan seksual umumnya terjadi kepada pasien berjenis kelamin perempuan.

Sebelum memutuskan untuk melakukan Hipnoterapi, sebaiknya anda memahami terlebih dahulu LEGALITAS, BACKGROUND PENDIDIKAN, JAM TERBANG, KEMAMPUANNYA DALAM BERKOMUNIKASI, dll.

Anda tentu tidak ingin bernasib sama dengan gadis yang di berita kan dalam artikel ini dimana dia hendak melakukan hipnoterapi untuk mengatasi gangguan psikologis berupa Gangguan Kecemasan pada dirinya namun di mediator oleh orang berlatar belakang mantan pekerja percetakan yang tidak jelas background pendidikan dan keilmuannya, lebih parahnya lagi baru satu minggu kursus dan dua hari seminar sebelum menyiapkan praktiknya. Selain itu anda juga bisa membaca dan memahami tips memilih ahli hipnoterapi yang baik disini.

Download aplikasi Wahana Bahagia di google play store disini.

Ringkasan
Nama Artikel
Awas Waspada Hipnoterapis Gadungan, Kerjain Pasien Saat Tak Sadar
Deskripsi
Seorang  Hipnoterapis bisa membuat pasiennya tak sadarkan diri. Saat itu, hipnoterapis yang jahil bisa saja memanfaatkan kondisi. Seperti yang dilakukan seorang pria asal Inggris.
Penulis
Penerbit
Wahana Bahagia
Logo Penerbit
Share
Riscka Fujiastuti, S.Psi., CFc., CH., CHT