Golden age atau periode emas adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan anak. Periode ini sangat penting dan perlu diberikan perhatikan khusus oleh orang tua.
Pada masa ini otak bertumbuh secara maksimal, begitu pula pertumbuhan fisik. Selain itu, masa tersebut juga terjadi perkembangan Kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Jika berbagai kebutuhan anak diabaikan pada masa tersebut, anak dikhawatirkan mengalami tumbuh kembang yang kurang optimal.
Masalah yang terjadi akibat kurangnya pemenuhan kebutuhan anak pada masa ini antara lain adanya gangguan kognitif, stunting atau perawakan pendek, serta adanya keterlambatan bicara maupun gangguan perilaku, dan yang lebih parah mengalami gangguan kepribadian. Maka, penting bagi orang tua untuk mengenal tiap tahapan anak serta memberikan perlakuan dan stimulasi yang sesuai.
Melansir dari ruangmom, periode perkembangan otak manusia. Di masa ini, keempat bagian otak berkembang secara keseluruhan, termasuk pada belahan otak kanan dan belahan otak kiri.
Melansir dari siloamhospitals, ada dua tahapan pada masa keemasan ini yang wajib orang tua ketahui, diantaranya:
Anak akan mengalami pertumbuhan fisik, mulai dari peningkatan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Dalam tahap ini, orang tua perlu untuk melakukan pemantauan, terutama mengenai status gizi anak untuk mendukung pertumbuhan fisiknya secara optimal.
Dalam tahap ini, anak yang mengalami lima jenis perkembangan antara lain:
Kemampuan yang berkaitan dengan gerakan tubuh dalam menggunakan otot besar, baik sebagian besar maupun seluruh anggota tubuh.
Kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan fisik yang melibatkan koordinasi mata, tangan, dan otot-otot kecil. Contohnya adalah menggunakan pensil, mengancing baju, menggunakan sendok dan garpu, melipat kertas, dan lain-lain.
Kemampuan anak dalam mengolah dan mengelompokkan sesuatu yang tampak oleh inderanya. Contohnya, anak usia dua bulan mulai tertarik dengan wajah ibu, usia enam bulan mulai mencari benda yang jatuh, usia dua tahun mulai mengelompokkan benda berdasarkan kesamaan (hewan, kendaraan, dan sejenisnya). Untuk jenis perkembangan ini, peran orang tua sangat diperlukan untuk melatih dan menstimulus kognitif anak sejak dini.
Perkembangan bicara seorang anak yang meliputi berceloteh (cooing) saat usia 2-3 bulan, mengoceh (babbling) saat usia 6-9 bulan, dan telah memahami kosa kata dan perintah hingga kalimat seiring pertumbuhan usia.
Perkembangan anak dalam melakukan interaksi terhadap orang dan lingkungan sekitarnya. Contohnya saat anak berusia tiga bulan mulai tersenyum, usia enam bulan mulai tertawa, dan usia sembilan bulan mengucapkan kata sederhana seperti ‘bye-bye’ sebagai respons terhadap sekitarnya. Biasanya saat mencapai usia 1-2 tahun anak juga sudah mulai bermain dengan teman atau anak lain.
Untuk memaksimalkan tahapan tumbuh kembang yang dialami anak, diperlukan peran besar orang tua dalam mendampingi dan memberi stimulus tepat. Beberapa rekomendasi cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mendorong tumbuh kembang anak yang optimal, antara lain:
– Bersikap penuh kasih sayang, hangat, dan responsif.
– Memahami bahwa anak itu unik.
– Membuat rutinitas menyenangkan dan bermanfaat bersama anak.
– Memberikan stimulasi (mengajak bicara, membaca, menyanyi, bermain, dan sejenisnya).
– Memilih tontonan yang baik sesuai usia anak.
– Memberikan pengawasan yang baik pada anak untuk keamanan dan keselamatannya.
Periode ini adalah sebuah masa yang sangat penting dan tidak mungkin terulang, sehingga orang tua baiknya tidak menyiakan waktu tersebut. Ajak dan stimulasi anak sesuai tugas perkembangannya. Dukung terus anak anda untuk tetap aktif dan berani mengeksplorasi hal hal baru seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Sikap orang tua ketika masa golden age ini baiknya adalah sebagai berikut :
Untuk lebih mengetahui mengenai tahap tumbuh kembang anak pada masa ini, anda juga bisa melakukan konseling atau konsultasi psikologi, dalam hal ini tentunya adalah Konseling Anak bersama Psikolog atau Psikiater. Terlebih ketika anda merasa bahwa si kecil mengalami berbagai macam tugas perkembangan yang terhambat atau mengalami gangguan psikologis lainnya. Ketahui dan deteksi sejak dini agar anak terstimulasi dengan maksimal.